Segala Hal Yang Bermanfaat Bagi Manusia Akan Tetap Ada Di Bumi

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 13 April 2016
Segala Hal Yang Bermanfaat Bagi Manusia Akan Tetap Ada Di Bumi

Segala Hal Yang Bermanfaat Bagi Manusia Akan Tetap Ada Di Bumi

Oleh: Hendro Noor Herbanto
 
Setiap orang dimanapun ia berada dan selama ia masih hidup membutuhkan energi untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari, baik yang didapat dari makanan maupun yang didapat dari luar tubuhnya seperti sinar matahari.
 
Energi di sekitar kita hadir dalam bermacam bentuk, diantaranya adalah energi panas, energi gerak (kinetik) dan energi potensial (energi yang tersimpan).
 
Manusia memakan sesuatu dan dimasukkan ke dalam tubuhnya dan diubah menjadi energi untuk berpikir, untuk bergerak seperti berjalan atau berlari, untuk berenang dan bahkan untuk tidur. Jumlah energi yang dibutuhkan manusia berbeda-beda tergantung faktor-faktor yang mempengaruhi seperti faktor umur, berat badan dan jenis kegiatan.
 
Misal seseorang dengan berat 70 kg, jika ia beraktivitas seperti di bawah ini membutuhkan energi sebesar:
  1. Tidur membutuhkan energi sebesar 60 joule/detik.
  2. Membaca membutuhkan energi sebesar 120 joule/detik.
  3. Bermain musik membutuhkan energi sebesar 160 joule/detik.
  4. Jalan kaki membutuhkan energi sebesar 250 joule/detik.
  5. Lari dan berenang membutuhkan energi sebesar 800 joule/detik.
  6. Menaiki tangga membutuhkan energi sebesar 800 joule/detik.
 
Energi dapat disimpulkan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha. Energi dinyatakan dalam satuan joule. Satu joule dapat digambarkan sebagai energi yang dibutuhkan untuk memindahkan benda sejauh 1 meter dengan gaya 1 newton.
 
Orang yang pertama kali menemukan hukum kekekalan energi adalah James Prescott Joule (1818 1889). Hukum ini berbunyi bahwa “energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi energi dapat berubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya”. 
 
Manusia juga butuh energi yang didapat dari luar tubuhnya seperti sinar matahari dan lampu buat penerangan di malam hari. Bentuk (wujud) energi tidak dapat dilihat tetapi energi dapat kita rasakan kegunaannya.
 
Sebagian besar energi yang ada di bumi berasal dari satu-satunya sumber energi yang ada di tata surya kita, yakni matahari, baik dimanfaatkan secara langsung seperti mengeringkan pakaian saat menjemur maupun dimanfaatkan secara tidak langsung seperti api pada kompor yang berasal dari gas atau minyak tanah.
 
Minyak tanah dan gas merupakan sumber energi yang berasal dari perubahan bentuk energi matahari secara tidak langsung menjadi energi fosil yang terbentuk dari tumbuhan dan binatang yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu.
 
Sekarang ini sebagian besar pemanfaatan energi dunia berasal dari minyak bumi, gas alam dan batu bara. Ketiganya merupakan sumber-sumber energi yang tidak dapat diperbarui dalam waktu singkat. Dapat anda bayangkan jika cadangan ketiga energi yang tinggal sedikit ini habis. Apakah dengan cara penghematan energi yang tidak dapat diperbarui ini bisa menjadi jalan keluarnya, sedangkan jumlah penduduk dunia kian hari kian bertambah banyak yang artinya betambah besar juga kebutuhan akan energi. Adakah solusi lainnya?
 
Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Mencipta langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya menciptakan segala sesuatu menurut ukuran dan dengan tujuan yang benar. Dia menciptakan sumber-sumber energi yang tidak perlu diperbarui kembali seperti matahari, angin, air dan pasang surut air laut.
 
 
1. Energi Matahari
 
Sinar matahari atau energi surya dihasilkan dari reaksi fusi termonuklir pada intinya, dimana sinarnya memancar ke segala arah termasuk ke arah bumi dan dimanfaatkan dalam berbagai bentuk. Contohnya: menjemur pakaian, menyimpan sinar matahari melalui panel surya untuk diubah menjadi tenaga listrik dan contoh lainnya.
 
QS. Nuh (71): 15 - 16
Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tu7uh langit berlapis-lapis? Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)?
 
QS. Yunus (10): 5
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
 
 
2. Energi Angin
 
Angin adalah salah satu bentuk energi yang terbarui. Saat ini di berbagai negara, pemanfaatan energi angin melalui kincir angin sangat dibutuhkan untuk menghasilkan listrik.
 
Bagi para nelayan, angin mempunyai peranan yang sangat penting agar perahu nelayan dapat berlayar ke daerah mana yang hendak dituju. Angin di dalam Al-Qur’an dinamakan juga sebagai pembawa kabar gembira sebelum datang rahmat-Nya (hujan).
 
QS. Al-Baqarah (2): 164
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Alllah) bagi orang-orang yang mengerti.
 
QS. Al-A’raf (7): 57
Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
 
 
3. Energi Air
 
Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Pada ketinggian tertentu, air yang jatuh ke bumi menyimpan energi potensial. Perbedaan antara daratan tinggi dan rendah inilah menjadikan air mempunyai energi yang cukup besar. Contohnya: air terjun dan air hujan.
 
Kuatnya energi aliran air (arus) pada ketinggian tertentu dapat diubah menjadi energi listrik. Contohnya: waduk (bendungan) dan kincir air.
 
QS. Ibrahim (14): 32
Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan air (hujan itu) Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.
 
QS. An-Nahl (16): 10 – 11
Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu.
Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.
 
 
4. Energi Air Pasang
 
Seperti halnya bumi dan matahari, bulan pun berperan penting bagi terciptanya energi dari gaya tariknya (gaya gravitasi). Gaya tarik bulan inilah yang membuat air laut mengalami pasang naik dan pasang surut.
 
Akibat perputaran bumi pada porosnya (rotasi), pada setiap tempat di bumi mengalami pasang naik dan pasang surut sebanyak dua kali sehari. Kondisi inilah yang berlangsung tetap dan tidak pernah berubah sepanjang hari yang pada akhirnya air laut berpotensi untuk menghasilkan energi listrik dengan cara menggerakkan turbin yang dipasang pada pintu air di dekat perbatasan antara daratan dan lautan. 
 
Pada saat bulan purnama, matahari bersama dengan bulan akan semakin memperkuat dan memperlemah pasang surut air laut atau sering disebut dengan pasang purnama.
 
QS. Ibrahim (14): 33
Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan malam dan siang bagimu.
 
QS. Al-Furqan (25): 53
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lainnya sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus (pasang naik dan pasang surut).
 
Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan kepada kita semua agar kita mau memperhatikan dan tidak melalaikan atau berpaling dari tanda-tanda kebesaran-Nya pada semua ciptaan-Nya tersebut agar kita bersyukur.
 
QS. Al-Anbiya (21): 32
Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, air hujan, arus sungai, pasang surut air laut, dan lain-lain).
 
QS. An-Nahl (16): 14
Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.
 
Semua perumpamaan-perumpamaan yang Dia tampakkan tersebut di atas dimaksudkan agar setiap orang yang mempunyai akal, mau berpikir untuk apa Allah ciptakan ini semua serta akhirnya mau mengambil pelajaran dan hikmahnya bahwa ciptaan-Nya tersebut diberikan secara cuma-cuma untuk kelangsungan hidup semua manusia yang ada di muka bumi ini. Semuanya pasti bermanfaat. Semuanya pasti mengandung kebaikan dan diciptakan dengan tujuan yang benar (haq).
 
QS. Ar-Ra’d (13): 17
Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan.
 
 
Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab 
 
Sumber:
  1. Kitab Suci Al-Qur’an
  2. Ajie Aria. 2008. Menyingkap Rahasia Alam: Energi. Jakarta. Sinar Grafika
 
Salam Hangat, 
Hendro Noor Herbanto
[hanya memberi tak harap kembali]

  • view 293