Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Politik 6 Februari 2016   02:39 WIB
meraba-raba pasangan calon menuju pemilukada 2017.

Ada dua bentuk koalisi dan satu non blok (netral) di nasional , koalisi KMP , KIH dan non blok (demokrat) ,kata abu rizal bakri KMP itu "koalisi permanen "seiring perjalanan kehidupan politik sebagian dalam koalisi ini rontok mulai berbelok ke arah koalisi KIH,sebut saja PAN ,PPP , GOLKAR (mendukung pemerintahan jkw-jk) dan KIH di dalamnya PDI-P ,PKB, NASDEM , HANURA , PKP , melihat makin banyak kutu loncat dalam perpolitikan nasional justru panorama ini mempertontonkan kebingungan publik sebuah koalisi yang tidak solid dan permanen, tapi kita tidak mengkaji di balik fenomena loncatnya parpol tsb
menuju pilkada 15 februari 2017 nanti kalau memakai analisis nasional , tentu pasangan calon akan cendrung memilih ke-koalisi yang sudah terbangun menuju PILPRES 2014 lalu ataupun parpol yang sudah berbelok arah namun kita akan melihat di tingkat politik lokal ,apakah pasangan calon pilkada buteng masih mengikut arah nasional kalau iya , jawabanya sudah bisa di taksir-di taksir publik dengan berkaca pada parpol di balik kompetitor " siapa menggandeng sapa, alias sapa 01 dan 02 ataupun sebaliknya", tapi ada kemungkinan bisa saja perpolitikan daerah tidak sejalan dengan arah nasional maka dari asumsi ini,kemungkinan akan membingungkan publik yang kedua kalinya berujung pada TIDAK adanya koalisi yang solider alias tidak kompak di tingkat nasional dan lokal dengan hipotesa sementara bahwa melihatnya untuk menggaet pasangan calon hanya bertumpu pada yang punya popularitas tinggi, punya basis massa , dan tentunya cost politik (biaya politik) sebab ini bagian terpenting dalam memenangkan kompetisi di ajang pemilukada.
Pasangan calon berkaca Di nasional atau tidak ,Sebuah tanda tanya besar buat publik ,jikalau tingkat nasional dan lokal tidak kompak maka tepat perkataan abdur " komik " mata kanan dan kiri kalau berkedip tidak kompak ,meraba-raba pasangan calon menuju pemilukada 2017.

Karya : Hendri afham putra