Rumus Abadi

Hendra Januar
Karya Hendra Januar Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 23 Mei 2016
Rumus Abadi

Ada mereka berlomba menaklukkan dunia,
Tetapi aku ingin disini saja bersamamu, Sayang,
Duduk berdua di pekarangan rumah,
Sambil berbicara tentang masa depan;
Masa depan yang tak pernah kita pedulikan;
--Engkau tertawa renyah, melihat kawanan awan
Membentuk lingkaran mengelilingi bulan
dengan warna mirip pelangi selepas hujan.
Dalam hati kita bertanya-tanya:
"Wahai, siapa gerangan yang berani
meramal nasib cinta selain cinta itu sendiri?"
Kita yang pasrah pada cinta,
adalah anak-anak yang melepas balon ke udara,
Tak perlu bertanya-tanya kemana mereka pergi.
Sebab kedatangan selalu disusul kepergian;
sebuah rumus abadi dari Tuhan.