Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesusastraan 23 Mei 2016   10:41 WIB
Rumus Abadi

Ada mereka berlomba menaklukkan dunia,
Tetapi aku ingin disini saja bersamamu, Sayang,
Duduk berdua di pekarangan rumah,
Sambil berbicara tentang masa depan;
Masa depan yang tak pernah kita pedulikan;
--Engkau tertawa renyah, melihat kawanan awan
Membentuk lingkaran mengelilingi bulan
dengan warna mirip pelangi selepas hujan.
Dalam hati kita bertanya-tanya:
"Wahai, siapa gerangan yang berani
meramal nasib cinta selain cinta itu sendiri?"
Kita yang pasrah pada cinta,
adalah anak-anak yang melepas balon ke udara,
Tak perlu bertanya-tanya kemana mereka pergi.
Sebab kedatangan selalu disusul kepergian;
sebuah rumus abadi dari Tuhan.
 
 
 
 
 

Karya : Hendra Januar