Kitalah Manusia Itu

Hendra Januar
Karya Hendra Januar Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Mei 2016
Kitalah Manusia Itu

 

Manusia itu lemah. Pandangannya tidak sanggup melihat sesuatu secara detail dari jarak yang cukup jauh. Tidak seperti burung Elang yang terbang memutar di udara, matanya yang jeli mampu melihat makanan di atas tanah; penciumannya tidak mampu mengenali bau bangkai manusia yang berjarak seratus meter saja. Tidak seperti anjing, memiliki penciuman yang tajam, dengan mengikuti udara yang membawa bebauan, ia mampu menemukan sekujur bangkai yang terseok di dalam sungai.

Manusia itu tak berdaya. Pikirannya tak sanggup memikirkan semuanya. Tak sanggung menjawab setiap persoalan yang muncul. Sekali menemukan jawaban, muncullah persoalan lain. Pikirannya berkecamuk dan bergejolak. Sebagian menyadarinya, sebagian lagi menghiraukannya. Hidup menjadi keadaan yang tak perlu dipertanyakan, maka tak perlu dicari jawabannya. Hidup menjelma semacam Labirin yang tak perlu dicari jalan keluar, cukup nikmati tanah yang diinjak dan bertahan hidup dengan cara berkelahi dengan waktu dan dengan dirinya sendiri.

Manusia itu lembek. Jiwanya tak kuasa menahan amarah ketika ada sesuatu yang menyinggungnya, kepada pepohonan sekalipun. Dan amarahnya terbawa berhari-hari, bahkan sampai waktu yang cukup lama. Tidak seperti dua ekor kambing yang berebut rumput, esok hari keduanya kembali pada kandang yang sama, hidup bersama. Hati manusia bisa lembut melebihi sutra, tetapi juga bisa kasar melebihi kerikil. Hati yang lembut melahirkan wajah yang tenang dan mudah terharu; hati yang kasar memunculkan wajah yang garang dan mudah terbakar.