Untukmu Kawanku

Hendra Januar
Karya Hendra Januar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Mei 2016
Untukmu Kawanku

Kawanku,

Bagaimana jika suatu hari engkau hanya tinggal sendiri. Tanpa ditemani seorang teman yang saat ini bersamamu. Bagaimana jika kelak hal itu benar-benar terjadi, engkau hanya ditemani seorang dokter yang baru saja dikenal. Dokter yang rela berada di sampingmu lantaran honor yang diberikan . Ia merawat dan mengobatimu bukan karena engkau sebagai manusia yang perlu dirawat dan diobati, tetapi karena uang dengan segala tarif yang diberikan.

Boleh jadi dengan kerja keras hari ini , engkau akan meraih semuanya, semua yang dibayangkan sebagai manusia mapan dan penuh wibawa. Bangun dari tidur sebelum matahari beranjak dan beranjak tidur menjelang tengah malam. Hari-hari kau habiskan dengan bekerjea keras, membangun impian tahap demi tahap, mengucurkan keringat tanpa peduli orang berkata apa pun padamu. Semua itu engkau lakukan dengan penuh sadar bahwa hidup memang harus menguras tenaga demi mencapai kemapanan dan setelah itu kau berharap bisa hidup dengan mudah juga menyenangkan.

Demi mengejar kemapanan, kau rela tinggalkan apa pun yang membuatmu nyaman. Bahkan engkau dengan berani melepaskan siapa yang pernah dengan tulus hati melindungimu, mencintai dan menyayangi. Engkau berpikir kenyamanan hanya akan menciptakan kemunduran, mengira bahwa hidup harus berada dalam zona tidak aman untuk memicu kerja keras. Engkau menduga bahwa teman-teman yang baik bagimu adalah mereka yang memiliki status sosial yang tinggi dan keuangan yang mumpuni. 

"Dimana ada cinta, di situlah ada kehidupan", begitu Gandhi mengungkapkan betapa pentingnya cinta. Kau tahu, Gandhi adalah seorang revolusioner, seorang yang dengan keteguhan cintanya mampu merubah keadaan India pada saat itu. Dengan kekuatan cintanya pada kemanusiaan, ia berani melawan takdir sendiri sebagai pria berbadan kurus kerempeng, hanya sehelai kain yang menutupi tubuhnya. Gandhi lebih dulu menyadari bahwa ada yang lebih penting dari sekedar kedudukan dan keberlimpahan harta, yaitu cinta dan persahabatan antar manusia.

Demikian juga Epicurus, seorang filsuf, yang mengakhiri seluruh pemikirannya dengan mengatakan bahwa untuk meraih bahagia seseorang hanya memerlukan cinta dan persahabatan. Epicurus sangat mengerti jika cinta dan persahabatan akan mendorong orang yang merubah sudut pandangnya terhadap dunia, orang akan melihat dunia dari sudut pandang yang beda sama sekali.

Maka apa yang sebenarnya kau tuju? Engkau adalah apa yang engkau jadikan tujuan dan sedang berjalan menuju apa yang dianggap akhir dari segela bentuk kebahagiaan. Harta dan kehormatan bukanlah tujuan, kecuali jika di akhir cerita kau ingin hidup sendiri. Harta dan kehormatan adalah jalan untuk meraih tujuan. Dan tujuan yang engkau cari adalah kebahagiaan. Dan kebahagiaan adalah apa yang tak pernah kau pahami sebagai perasaan, baik itu cinta atau ketenangan. Ibarat sehelai daun setelah diguyur hujan, ia begitu tenang dan penuh damai meskipun kelak angin mengabarkan ajalnya kian mendekat. 

 

Agustus 2013.