Malu Kepada Lintang

Hendra Atjeh
Karya Hendra Atjeh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Desember 2016
Malu Kepada Lintang

Lintang adalah salah satu tokoh utama dalam novel fenomenal karya seorang hebat dari tanah melayu yang bernama Andrea Hirata judul novel itu adalah Laskar Pelangi

Novel ini menceritakan kisah nyata kehidupan sang penulis yaitu Andrea Hirata, Kisah nya sangat dramatis dan penuh pesan-pesan motivasi kehidupan

Bercerita tentang 10 orang murid luar biasa yang didampingi oleh 2 orang guru paling hebat sedunia (menurut saya) yang terus berjuang untuk belajar walaupun dalam kondisi serba keterbatasan Karena sekolah mereka yang sudah dimakan umur dan tidak diperdulikan lagi oleh pemerintah saat itu.

Dari 10 anak murid luar biasa itu ada satu murid yang paling saya kagumi yaitu lintang, dia adalah teman baiknya ikal (Andrea Hirata),ketika pertama kali masuk sekolah lintang adalah orang pertama yang datang dengan membawa sepucuk surat dari ayahnya.

Sehari-harinya lintang harus berangkat sekolah dengan mengunakan sepeda dengan jarak yang sangat jauh dan dalam perjalanan lintang terkadang dihentikan oleh buaya yang menaiki daratan biasa nya lintang menunggu sampai buaya itu masuk ke air baru lintang melanjutkan perjalanan.

Namun semua tatangan itu tidak menyurutkan niatnya untuk tetap bersekolah, dan disekolah lintang adalah murid terjenius bahkan ketika lomba cerdas cermat lintang berhasil menjadi bintang bagi sekolah nya dengan membawa sekolah nya juara dan mengalahkan sekolah unggulan SD PN.

Namun ternyata takdir berkata lain prestasi lintang hanya berhenti sampai di lomba cerdas cermat itu saja karena sejak saat itu lintang resmi berhenti sekolah,bukan karena  dia malas namun karena dia tidak punya pilihan, ayahnya meninggal dan dia anak lelaki dengan tiga orang adik perempuan yang menjadi tanggungan nya.

Saya sadar lintang tidak punya pilihan ketika itu dan dia memang harus mengubur mimpinya.

---

Saya benar-benar angkat topi untuk seorang lintang dan saya terkadang merasa malu dengan nya.

Dikehidupan saya yang cobaannya tidak seperti yang dihadapi lintang malah saya terkadang sering mengeluh,bahkan dalam masalah tertentu saya sering menyerah,dan yang paling tragisnya lagi saya tidak berani bermimpi dengan alasan tidak mungkin mewujudkan nya.

Ya saya malu kepada lintang jika saya gagal dalam pencapaian mimpi saya.

Lintang mungkin tidak ada pilihan ketika itu, namun saya masih ada pilihan dan pilihan tersebut harus saya nyatakan dengan usaha

Teremakasih lintang.

"Keterbatasan tidak boleh membatasi kesempatan"

Banda aceh 

05 Desember 2016

Ttd

Mahasiswa Level Akhir

Hendra Atjeh

  • view 189