Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesehatan 28 Juli 2018   09:10 WIB
Manfaat Tanaman Basil

Tanaman dewasa ini mencapai sekitar 100 cm tingginya. Daunnya bervariasi dari hijau muda ke hijau gelap dan ungu, halus dan halus, sekitar 1 hingga 2,5 inci panjang dan 0,5 hingga 1 inci luas dengan pengaturan "berlawanan". Bunganya cukup besar, putih atau ungu, tersusun di paku-paku terminal.

Banyak subspesies herbal basil yang berbeda. The "Mediterania" kultivar yang biasanya dikenal sebagai "basil manis" memiliki daun hijau muda. Sebaliknya, "basil Asia" (Ocimum sanctum) memiliki batang dan batang besar berbulu dengan bunga berwarna merah muda, daun ungu atau merah muda selain memiliki citarasa kuat seperti "cengkeh". Ada juga "lemon basil," yang memiliki rasa lemon yang enak. Kemangi Thailand (O. basilicum 'Horapha') memiliki karakteristik serupa dengan basil Asia tetapi memiliki daun yang sempit, runcing, berwarna hijau muda dengan aroma manis seperti licorice.

The European "basil manis" adalah ringan dan memiliki rasa manis anise / clove. Untuk alasan yang sama, itu juga diakui sebagai basil kuliner karena digunakan secara luas dalam masakan di seluruh dunia.

Daun kemangi mengandung banyak senyawa kimia penting yang berasal dari tumbuhan yang diketahui memiliki sifat mencegah penyakit dan mempromosikan kesehatan.

Basil Basil mengandung banyak flavonoid polifenol seperti orientin dan vicenin . Senyawa-senyawa ini diuji di laboratorium in-vitro untuk kemungkinan perlindungan antioksidan mereka terhadap peroksidasi lipid yang diinduksi radiasi pada hati tikus.

Daun kemangi mengandung banyak minyak esensial yang bermanfaat bagi kesehatan seperti eugenol, citronellol, linalool, citral, limonene , dan terpineol. Senyawa ini dikenal memiliki sifat anti-inflamasi, dan antibakteri.

Ramuan ini sangat rendah kalori dan tidak mengandung kolesterol. Meskipun demikian, ini adalah salah satu sumber terbaik dari banyak nutrisi penting, mineral, dan vitamin penting untuk kesehatan optimal.

Basil Basil mengandung kadar beta-karoten, vitamin A, cryptoxanthin, lutein , dan zeaxanthin yang sangat tinggi . Senyawa ini membantu bertindak sebagai pemulung pelindung terhadap radikal bebas yang berasal dari oksigen dan spesies oksigen reaktif (ROS) yang berperan dalam penuaan dan berbagai proses penyakit.

Zea-xanthin , senyawa karotenoid flavonoid kuning, diserap secara selektif ke dalam makula lutea retina di mana ia ditemukan menyaring sinar UV yang berbahaya dari mencapai retina. Studi menunjukkan bahwa ramuan umum, buah-buahan, dan sayuran yang kaya antioksidan zeaxanthin membantu melindungi dari penyakit makular terkait usia (AMRD), terutama pada orang dewasa yang lebih tua.

100 gram daun selasih segar mengandung 5275 mg atau 175% dari dosis harian vitamin A. Vitamin A diketahui memiliki sifat antioksidan dan sangat penting untuk penglihatan. Ini juga diperlukan untuk menjaga mukosa dan kulit yang sehat. Konsumsi makanan alami kaya vitamin A telah ditemukan untuk membantu melindungi tubuh manusia dari paru-paru dan kanker rongga mulut.

Vitamin K dalam kemangi sangat penting untuk produksi faktor pembekuan darah dan memainkan peran penting dalam memperkuat tulang dan mineralisasi.

Ramuan Basil mengandung sejumlah mineral seperti potasium, mangan, tembaga, dan magnesium. Kalium adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh, yang membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah. Mangan dimanfaatkan oleh tubuh manusia sebagai co-factor untuk enzim antioksidan, superoxide dismutase.

Daun kemangi merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Daun segar membawa 3,17 mg / 100 g (sekitar 26% dari RDA) zat besi. Besi, yang merupakan komponen hemoglobin di dalam sel darah merah, adalah salah satu faktor penentu utama kapasitas pembawa oksigen dari darah.

Karya : hendi permana