Dengan Mudah kau BerDusta

Helti Listiani
Karya Helti Listiani Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 27 Juni 2017
Dengan Mudah kau BerDusta

Di subuh yang dingin ini.. Tubuhku diselimuti hangatnya pelukan Teddy. Bulunya yang menghangatkan dikala hembusan hembusan angin subuh.. Teddy ya dia teddyku boneka panda lucu yang selalu menemaniku dalam senang dan sedihku. Kicauan burung-burung beryanyi nyanyi mereka menari kesana kemari. Terbang bebas diatas langit biru.
Aku memandang keselilingku hanya terlihat pohon-pohon tua dan ayunan yang sudah tak layak untuk digunakan. Sepi ya ini yang kurasakan. Aku masih dengan kekosongan kehidupan. Aku tidak mengerti mengapa kehidupan menjadi seperti ini. Semakin berpikir hatiku semakin sakit . Kekecewaan yang membuat kehidupan seperti ini. Ya ini karena aku terlalu mempercayai laki-laki yang kukira awalnya dia lelaki baik.
cinta memang benar-benar membuka mata dan Pikiranku.. menyandingkanmu denganku dalam satu janji yang terucap.. janji yang telah teryakini, takkan pernah diingkari..  sampai suatu saat hembusan nafas akan terhenti. Menanti jawaban tak pasti seperti menanti bintang disiang hari.
hanya sebuah mimpi Hati yang kelu penuh duka dan cemburu beku dan membatu hilangkan segala mimpi dan khayalan.
Aku menyadari bukan cintanya yang salah. Rasanya ingin aku berbicara, Bolehkah bertukar rasa ?, Untuk sebentar saja, agar kau tau bagaimana rasanya terjebak dalam kepastian. Kepastian yang bebas kau gantungkan pada hati wanita yang bisa rapuh kapan saja. Aku rapuh, hidupku hancur.
Seolah olah kau yang berkuasa atas hati yang ku punya. Kau yang memberikan hati ini kepastian bahwa suatu saat nanti kau pasti datang menjemputku. Tapi, pada kenyataanya, sekarang saja hatimu masih dibagi untuk wanita lain. Sedikit saja andai kau merasakan apa yang aku rasa.
Apa yang lebih menyakitkan dari kehidupan ini ?? Ketika kau tidak pernah mengakui status hatimu saat ini dengan siapa. Sementara, aku terus menunggumu dalam doa dan kehidupanku dengan sabar untuk kau penuhi janji itu. Pada awalnya aku percaya bahwa kau berbeda dengan laki-laki lain. Bahwa aku percaya kau adalah lelaki baik-baik yang tak mungkin mengobral cinta. Ternyata aku salah menilaimu.
Sementara, aku disini terjaga untuk tidak bersama lelaki lain. Sebab, aku masih terbelunggu dengan janjimu bahwa pada suatu waktu kau akan menjemputku.
Disini aku terus menunggu, sementara disana kau isi kekosongan hatimu dengan wanita lain, dan pada saat yang tepat nanti dengan bebasnya dan tanpa rasa bersalah kau jemput aku, tidakkah itu sangat mengujiku..
Jika kau belum bisa merawat janji, jangan berikan kepastian pada wanita walau sedikit. Aku terlalu banyak termakan oleh janji-janji manismu. Jangan terus menerus kau membebaniku dengan kepastian semu.

Helti Listiani. Rangkasbitung, 27 June 2017

  • view 30