ja(t)uh

istiQomah elHaura
Karya istiQomah elHaura Kategori Puisi
dipublikasikan 09 Oktober 2017
ja(t)uh

Senja, kuharap kau tak tergesa untuk pulang menemui gulita. Karena aku takut, esok aku tak lagi mampu bergurau dengan rindu. Ah, mungkin aku terlalu egois. Meminta waktu agar membeku, berharap mampu mendinginkan rasa hatiku padamu.

Namun mungkinkah aku mampu memadamkan kobaran tanda tanya yang berhasil melalap habis hati dan pikiranku jika kau tak pernah berhenti menyulutkan sikap baikmu padaku? 

Tidak berharap padamu aku ragu, namun untuk berharap padamu aku sendu. Ku mencoba bersikap apatis dalam menyikapi tiap bait aksara dan gelak tawamu yang memenuhi rongga hatiku, tapi justru aku semakin lungrah.  

Allah, bukankah ini kali kedua aku menjadi ‘kacung’ hati?

Tak pernah aku berharap masuk dalam dunia imaji penuh duri ini untuk kedua kali, namun sosokmu datang menggandeng tangan membawaku menuju gebang penuh rona dan bunga hati.

Rasa ini sama seperti tiga tahun lalu, ia tak berubah meski seinchi. Saat aku tak pernah jengah menunggu deretan namamu muncul di layar kacaku, mencoba mangatur diksi yang tepat untuk memulai pembicaraan denganmu, begitu nyaman dengan cerita hidupmu.

Bukankah ada begitu banyak wanita yang hilir mudik memenuhi sketsa hidupmu, mungkin pertemuan antara aku dan dirimu hanya sebatas persimpangan yang ku kira tempat pulang. Karena kau berhenti hanya untuk beristrahat, bukan untuk menetap.

setidaknya jika memang kelak garis takdir tidak mempertemukan retinaku dengan retinamu, aku hanya berharap aku tidak akan kembali jatuh saat tersandung dalam perjalanan menjemput pertemuan bersamamu. Begitu pula sebaliknya jika memang nantinya takdir kita bersama, aku berharap tidak ada hati yang ternoda sebelum pertemuan itu menjadi nyata.

tapi bolehkah aku hadir dihari bahagiamu? menggantikan kehadiran orang-orang tercintamu yang tak mampu hadir dihari bahagia itu. Memberikan senyum terindahku,  untukmu yang sedang berdiri bersama piagam dengan senyum bangga. Meski aku tak mampu menjadi insan istimewa disisimu, aku tetap bahagia bisa menjagamu, mendoakan bahagiamu dalam hatiku dalam sujud panjangku, meski bahagiamu bukan denganku.   

  • view 148