di bawah Temaram Harapku

istiQomah elHaura
Karya istiQomah elHaura Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 09 September 2017
di bawah Temaram Harapku

dulu aku pernah menunggu,ya. menunggu sebuah sketsa kehidupan tabu yang tak menentu. bodoh! itu adalah kata yang sering kugemingkan dalam sisa penantianku saat ku tau bahwa aku hanya menanti sebuah kekosongan semu.

lantunan doa tak pernah bosan menemani setiap detik penantianku, meski ia tau bahwa aku tak akan pernah mendapatkan apa yang ku harapkan. ku anyam asaku dengan  benang sutra terbaik dalam sanubari, berharap ia akan menjadi sebuah rajutan klise kehidupan mempesona.

anganku begitu indah melihat fase-fase  kehidupan yang akan ku lewati, namun segala angan tersebut terpatahkan hanya dengan hitungan hari, tepat 19 hari setelah kenyataan itu berada tepat di hadapan ku.

dulu,lentera kepercayaan kujaga dengan penuh kasih sayang. namun sayang, lentera itu kini mulai memudar bahkan biasnya mulai hilang.gelap membisu. mewarnai hari-hariku.

seakan aku kehilangan tumpuan, aku tak tau harus berbuat apa. yang ku tau air mataku berbicara mengekspresikan segala sendu dalam dada. tak ada gunanya aku menangis, menangisi sebuah kepalsuan yang menyelimuti tawa.

mungkin akan lebih baik jika aku berkaca, berkaca pada sebuah poros masa yang tak akan pernah terlupakan, sebuah masa yang mengajarkan aku arti kepercayaan, kesetiaan yang tak harus di balut dengan manisnya kata bahkan aksara.

cukup dengan kicauan doa hamba pada Penciptanya seseorang mengekspresikan segala rasa, tanpa harus mengumbarnya.