Kita? adalah takdir paling bahari yang Tuhan sembunyikan

istiQomah elHaura
Karya istiQomah elHaura Kategori Puisi
dipublikasikan 08 September 2017
Kita? adalah takdir paling bahari yang Tuhan sembunyikan

Kunamai ia rindu, yang kerapkali malu-malu menyembulkan keinginan tuk bertemu. Yang acap kali mengalun doa dikala malam membeku, membungkus tiap jengkal peristiwa yang mengalir diantara kamu dan aku, agar bisa terus ku telanjangi setiap kenangan bersamamu. Ingatan itu begitu berharga bagiku, meski aku tak tau apa yang kau lakukan setelah aliran waktu membekukan temu antara kita pada masa yang telah berlalu. Kita? bahkan aku malu mengucapkannya, karena kamu bukan seutuhnya milikku. Lalu bagaimana mungkin tercipta kata ‘kita’ jika belum ada temu yang mengabadikan kita dihadapan Tuhan juga semesta? Cukup bagiku mendoakan dirimu dalam tiap sujudku, meski itu lirih, meski tak terdengar oleh kokleamu. Bahagiamu adalah kesyukuran yang patut ku lisankan pada Penciptaku, meski bahagiamu bukan denganku. Karena yang ditakdirkan untuk bersama, sejauh apa pun jaraknya ia pasti punya cara untuk menetaskan temu, pun sebaliknya yang tidak ditakdirkan untuk bersama selalu punya alasan untuk pergi bukan? Pertemuan kita mungkin hanya sepintas, setidaknya jika takdir kita tidak bersama, aku telah berhasil melafadzkan sajak-sajak baik untukmu dalam lirih doaku. Mungkin besok atau lusa takdirku akan datang menghampiri tanpa aba-aba, kalaupun lusa ia tak kunjung datang waktu masih terus berjalan, tak perlu tergesa. Diwaktu yang tepat tidak cepat tidak pula lambat ia akan merengkuhku mengambil alih dari sepi yang telah lama menemaniku. Meski takdir itu bukan kamu, tapi tentu itu yang terbaik untukku.

  • view 18