paradigma

istiQomah elHaura
Karya istiQomah elHaura Kategori Puisi
dipublikasikan 05 Agustus 2017
paradigma

 

Karena yang terburuk tidak selamanya berjibaku dalam keburukannya, jangan pernah menilai orang dari masa lalunya! Karena kau tak akan pernah tau goresan takdir yang telah Allah lukiskan untuk hamba-Nya, bisa jadi destinasi baik merengkuhnya -orang yang selama ini menjadi benalu dalam retinamu atau bahkan hatimu-.

            Nyinyir kau katakan setiap jengkal telatahnya, menjada orang pertama yang mampu menyisir sejarah hidupnya. Kulihat kau berkelakar di pendulum imajimu, mencoba merapal seluruhnya di hadapanku. Memang, tak seharusnya aku membuka fokus untuk semua paradigmamu. Tapi entahlah, ada hal terkecil dalam diriku menggugat seluruh cecarmu, bahkan tak bisa berdamai dengan aksaramu.

            Aku tergugu, bahkan aku tak mampu menerima logika yang tertawa jahat di otakku, menari-nari tanpa henti menelanjangi semua hal buruk pada sukmamu. Harusnya aku mampu menerjang semua tawa jahat dalam otakku, atau paling tidak mengabaikan seluruh perkataan nyinyir yang hilir mudik meramaikan hatiku. Tapi aku tak mampu, karena ia begitu sesak menjejali hatiku, alam sadarku.

    

  • view 52