meraba rindu

istiQomah elHaura
Karya istiQomah elHaura Kategori Puisi
dipublikasikan 09 April 2017
meraba rindu

malam ini tak seperti malam-malam sebelumnya. saat suara yang tak lagi asing didaun telingaku meraung pelan, membuatku segera beranjak meninggalkan tumpuanku, dan ku tau bahwa itu, kamu.

yang telah menunggu dengan tenang tanpa ragu, kamu tersenyum dan aku pun begitu. sejenak suasana membeku aroma rindu dapat ku rasakan membelai kalbu, entahlah aku tak tau, apakah kau merasakan hal yang sama kala itu.

rindu yang sederhana, atau bahkan rindu yang sengaja kusederhanakan. sekan waktu berhenti berdetak kala itu, hingga akhirnya kau mengurai semua kebekuan rindu yang mengikat hatiku. lima, tidak sepuluh menit adalah waktu yang begitu cepat berlalu untuk merayakan kerinduan antara kita. namun, aku sudah berjanji pada hatiku bahwa kerinduan ini akan kusederhanakan, meski ku biarkan ia hidup tanpa pernah redup.

 hingga detik kerinduan kita selesai, aku tak pernah ingin bergeser dari pijakanku meski seinchi, aku ingin melihat kepergianmu ditelan kegelapan. ah betapa bodohnya aku, bukankah itu hal yang sama, bahwa kau tak akan pergi sebelum melihatku dilahap pintu berkayu itu. baiklah aku mengalah, karna ku tau dengan itu hatimu tak akan lagi beradu dengan kecemasan.

semua telah selesai, dan semua itu bukanlah utopis

tapi akankah aku menjadi hal pertama yang akan menghancurkanmu? mencabik-cabik agama dan keimananmu? tidak, bahkan dengan rasa itu aku telah membiarkan luka pada hatiku menganga, pun kamu. harusnya kita sama-sama tahu, bahwa penyakit rindu yang selama ini menggerogoti hati hanya akan terobati dengan pertemuan yang terjalin dalam ikatan resmi. betapa bodohnya dua anak manusia ini, yang telah melukai keimanan yang selama ini dipertahankan dengan sekuat hati. tanpa disadari mengurainya rindu dalam kebekuan malam kala itu, mencairkan dosa yang aku sendiri tak tau sebesar apa ia menduduki catatan amal keburukanku.

 

 

 

  • view 98