Dan Bidadari pun Cemburu Padamu

istiQomah elHaura
Karya istiQomah elHaura Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 Januari 2017
Dan Bidadari pun Cemburu Padamu

Wanita yang Dirindu Syurga

Diantara milyunan makhluk yang ada dibumi, ada segelintir manusia yang kedatangannya dirindu oleh penduduk syurga, yang nantinya keberadaan mereka akan menyaingi kecantikan bidadari-bidadari jelita, hingga sang bidadari dibuat cemburu olehnya.

 Mereka adalah wanita yang kerap kali menghidupkan malam-malam sunyinya dengan menghimpun doa dalam sujud syahdunya, wanita yang lidah kelunya tak pernah kering dari kalimat tasbih yang hanya ia persembahkan untuk Rabbnya, wanita yang selalu menggunakan setiap inci kehidupannya untuk berpijak dijalan yang diridhoi dan dirahmati-Nya, mereka itulah perhiasan semesta yang tak terbilang harganya, merekalah wanita yang hadirnya dirindu oleh penduduk syurga. Setiap yang berjejak di atas bumi pasti tahu, bahwa keindahan syurga tak bisa didefinisikan dengan aksara, bahkan tak ada kamus yang bisa menerjemahkannya. Keindahannya menerobos ruang imajinasi setiap hamba, tak satupun manusia yang bisa menerkanya, mereka hanya tahu seujung kuku melalui firman-Nya yang mulia,

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman. (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah, dan kami berikan kepada mereka bidadari. Didalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran). Mereka tidak akan merasa mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari adzab neraka. Sebagai karunia dari Rabbmu. Yng demikian itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS. Ad-Dukhan: 51-57)

Ayat mengenai perihal syurga berserak dalam kalam-Nya, namun itu semua belum mampu mewakili setiap sisi keindahan pesona syurga. Ribuan mata air menganak sungai mengelilingi setiap sudutnya, aneka buah berpasang-pasangan terjejer rapi, semua penduduknya menjadikan emas sebagai cawan minumnya, dan setiap mereka dibersamai bidadari-bidadari nun cantik jelita. Semua keindahan itu bukanlah hal yang magis belaka, hanya saja keindahan itu takkan terbetik dalam hati seorang hamba.

Allah Ta’ala pernah mengabarkan pada utusan-Nya yang mulia Muhammad SAW, bahwa kelak akan ada sekelompok wanita yang memasuki syurga melalui pintu manapun yang diinginkannya, namun tidak setiap wanita bisa melakukannya, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi. Diantara syarat-syarat tersebut ialah:

  1. Menjaga shalat lima waktu

Shalat adalah rukun Islam yang kedua, ia merupakan tiang agama. Meninggalkannya pun dapat mengeluarkan manusia dari keislamannya. Maka, tiada agama maupun keislaman bagi orang yang tidak shalat, baik pria maupun wanita. Menunda shalat hingga keluar dari waktunya tanpa ada udzur yang dibenarkan syari’at merupakan penyia-nyiaan terhadap shalat itu sendiri. Allah Ta’la berfirman:

“Maka datanglah sesudah mereka, generasi pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kerugian besar, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, maka mereka itu akan masuk jannah dan tidak dirugikan haknya sedikitpun.” (QS. Maryam: 59-60)

  1. Puasa Ramadhan

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Puasa adalah pilar agama, yang ia wajib dikerjakan oleh setiap hamba-Nya kecuali jika ada udzur syar’i yang menggugurkannya. Puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, seseorang yang berpuasa juga harus memperhatiakan hal-hal yang dapat merusak nilai puasanya. Seperti menggunjing, bicara kotor, dan berdusta.

  1. Menjaga kemaluan

Nabi SAW memberi jaminan syurga bagi siapapun yang bisa menjaga lisan dan kemaluannya. Beliau SAW bersabda:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَ مَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الجَنَّةَ

“Barangsiapa yang bisa menjamin untukku bahwa ia bisa menjaga apa yang ada diantara jenggotnya (mulut) dan apa yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan), maka aku berani menjamin jannah baginya.” (HR. Bukhori)

Nabi SAW juga mengabarkan bahwa salah satu ciri wanita yang kelak diijinkan masuk syurga dari pintu yang disukainya adalah wanita yang bisa menjaga kemaluannya. Ia tidak melakukan zina dan hal-hal yang mendekatkan kepadanya.

  1. Taat kepada suami

Peluang wanita untuk mendapatkan syurga semakin terbuka ketika ia telah menjadi seorang istri, karena banyak jalan baginya untuk mendapatkan pahala, seperti memenuhi setiap hak suaminya. Diantara hak suami yang wajib ditunaikan istri ialah, memelihara dan menjaga rumah suami serta tidak keluar rumah kecuali atas izin suaminya.

Setiap wanita yang memenuhi keempat hal tersebut, Allah persilahkan baginya untuk memasuki syurga melalui pintu manapun yang ia kehendaki, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

إِذَا صَلَّتْ المَرْأَةُ خَمْسَهَا وَ صَامَتْ شَهْرَهَا وَ حَفِظَتْ فَرْجَهَا وَ أَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيْلَ لَهَا ادْخُلِي الجَنَّةَ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةَ شِئْتِ

“Jika wanita melaksanakan shalatnya yang lima waktu, berpuasa ramadhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia (dipersilahkan) masuk jannah dari pintu manapun yang ia kehendaki.” (HR. Thabrani)

Bidadari pun Cemburu Padanya

            Ummu salamah RA berkata, saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari syurga yang bermata jeli?”

Rasulullah menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama dari pada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak dari pada apa yang tidak tampak.

Lalu saya (Ummu Salamah RA) bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama dari pada mereka?

Beliau Rasulullah SAW menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridho dan tidak pernah bersunggut-sunggut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.” (HR. Thabrani)

            Masya Allah, bidadari yang lebih dulu menghuni syurga, menikmati setiap inchi kenikmatan disana pun ternyata cemburu dengan wanita-wanita dunia, karena bidadari-bidadari syurga tak pernah menjamah amalan-amalan yang dikerjakan wanita dunia. Wanita dunia dapat mengerjakan ibadah dengan ikhlas meski ujian menerpa, mereka mengerjakan shalat di pagi dan petang, pun mereka dapat berpuasa di siang yang terik serta ibadah-ibadah lainnya. Rasulullah SAW pun menggambarkan wanita-wanita dunia seperti halnya permata, sebagaimana sabda beliau SAW:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَ خَيْرُ مَتَاعِهَا المَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

            Betapa mulianya wanita dunia yang berada di syurga, setiap kesabaran, musibah serta bencana yang telah mereka lalui di dunia membuat mereka mempesona di syurga, bahkan di sebutkan dalam tafsir Al-Qurthubi bahwa para wanita beriman melebihi para bidadari dalam kecantikan, keindahan, akhlak, dalam melayani suami-suami mereka. Mereka melebihi bidadari dalam indahnya kata-kata cinta, sayang dan rindu, kemerduan suara, seindahan nada, terangnya sinar dan cahaya, keindahan busana, perhiasan, gelang, mahkota, pembantu, dan dayang-dayang. Bahkan bidadari adalah pelayan bagi wanita beriman, kekasih dan suaminya lebih disibukkan dengannya daripada dengan bidadari. Wallahua’lam bish Shawab.