Mengawali Kehidupan Dengan Tetesan Air Hujan

istiQomah elHaura
Karya istiQomah elHaura Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 Januari 2017
Mengawali Kehidupan Dengan Tetesan Air Hujan

Sebagaimana yang kita ketahui, Allah menciptakan manusia dari gumpalan tanah yang diambil dari seluruh tempat yang ada di bumi. Kemudian Allah ciptakan jin dari kobaran api yang membara. Lalu, pernahkah kita berfikir dari apa Allah menciptakan tumbuhan serta buah-buahan?

Sadarkah kita bahwa kehidupan serta keindahan dunia dimulai saat air hujan turun dengan syahdunya ke bumi? Ya, ketika Allah memberikan titah pada sang awan untuk menurunkan air hujan ke bumi, saat itulah dunia mulai menghembuskan nafasnya, menemani para jin dan manusia menikmati indahnya semesta, saat itulah semua benih mulai membuka mata, menghias diri menyempurnakan dunia. Dari tetes demi tetes air hujan yang turun di bumi, terciptalah tumbuhan dengan ribuan warna. Dari tetesan air yang sejuk, terciptalah buah-buahan dengan beraneka ragam rasa.

Allah Ta’ala berfirman:

أَلَمْ تَرَى أَنَّ اللهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلفًا أَلْوَانُهَا وَ مِنَ الجِبَالِ جُدَدٌ بِيْضٌ وَ حُمْرٌ مُخْتًلِفٌ أَلْوَانُهَا وَ غَرَابِيْبُ سُوْدٌ (27)

Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dari hujan itu buah-buahan yang beraneka macam warnanya dan ada pula yang hitam pekat.” (QS. Fathir: 27)

Maha Suci Allah, betapa Kuasa-Nya Engkau yang telah menciptakan ribuan makhluk dari butiran kecil yang hadirnya tak pernah kita hiraukan, darinya Engkau jadikan sebagian hewan berjalan dengan perutnya, kemudian sebagian lagi dengan dua atau empat kaki, darinya Engkau jadikan tangkai-tangkai menjulang menghasilkan buah yang tak serupa.

Begitu banyak tanda-tanda Keagungan Allah yang ada di sekitar kita, namun terkadang kita melupakannya. Seperti halnya siang dan malam, yang Allah jadikan keduanya saling beredar tanpa bertabrakan. Allah biarkan tanda-tanda Kekuasaan-Nya berserak di sekitar para hamba, namun tidak semua orang bisa melihatnya, hanya hamba-Nya yang  berakal sajalah yang bisa memilih hikmah diantara ribuan alam di depan mata. Sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَ الأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ الَّيْلِ وَ النَّهَارِ لَآيَاتِ لِأُوْلِى الأَلْبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190)

Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang berakal, sehingga kita bisa mentafakuri semua ayat-ayat kauni yang berserak diantara milyunan semesta yang ada. Wallahu A’lam bish Shawab

 

 

 

 

  • view 107