Jatuh cinta dengan sederhana

Hasna athiyyah
Karya Hasna athiyyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 September 2016
Jatuh cinta dengan sederhana

Malam ini terasa lebih dingin, mungkin karena hujan yang mengguyur sepanjang sore. Bintang pun tak muncul berkelompok hanya muncul satu-satu yang paling terang yang cahayanya mampu menembus awan tebal.

Seharusnya ini sedang kemarau. Mungkin hujan sore tadi adalah hujan tengah kemarau yang memberi kode kemarau berkepanjangan atau tanda bahwa musim telah berganti. 

Namun hujan tetap saja datang bersama denga syukur. Bersyukur atas sumber penghidupan dari langit. Membuat bunga-bunga kembali bersemi,  tanah kering menjadi gembur kembali, dan menyudahi kekeringan. 

Gelap malam ini terasa menenggelamkan. Langit terlalu pekat untuk di pandangi. Tidak ada bulan, hanya ada satu bintang di sebelah timur yang bersinar tampak malu-malu. Dan sesekali kilatan cahaya berkedip seper sekian detik. Singkat sekali.

 Memang cuaca terasa sangat dingin namun tak mengurangi ingin ku untuk menghirup aroma basah di beranda rumah. Memandang ke samar-samar bunga mekar berwarna warni di halaman rumah. Lalu melempar pandang pada bintang tunggal di sebelah timur. Kemudian beralih kekilatan cahaya di kaki langit selatan seakan berjalan hingga barat. Berkilau tanpa jeda membentuk irama tanpa suara.

Langit selalu punya keindahan tersembunyi yang bisa kita nikmati dengan cara sederhana. Meski kamu tak pernah begitu menyukai langit. Menurut mu, langit adalah ketiadaan. Langit hanyalah batas pandang. Langit adalah ruang kosong yang tak terbatas. 

Dan kamu mengajarkan ku untuk jatuh cinta kepada awan, meski awan akan berubah menjadi rintik hujan kemudian hilang. Namun dia nyata adanya. Dan kamu telah berhasil membuat ku terkesima pada awan di malam hari yang bersinar. Entah karena cahaya bulan atau karena pantulan cahaya dari gemerlap lampu-lampu kota.

Kamu pun mengajarkan ku jatuh cinta kepada hujan yang turun. Meski tak selalu hujan namun penuh manfaat. Kemudian menyaksikan teratai mekar pasca hujan. Menguraikan betapa rindu kita terhadap hujan ketika lama tak membasahi.

Kamu telah mengajarkan ku jatuh cinta pada banyak hal dengan cara sederhana. Cerita tentang bintang jatuh malam itu. Senja yang menjingga hingga gelap sepanjang jalan. Segelas coklat panas. Dan begitu sederhana aku jatuh cinta padamu.

Hingga kilat yang kita namai aurora, aurora di bumi khatulistiwa. Hingga aku menjadi rumah mu, tempat untuk mu kembali. Untuk memecahkan celengan rindu yang sudah tidak muat lagi. Hingga petikan gitar pengantar tidur.

Dan kamu tak ingin aku menjadi langit. Menjadi sebuah ketiadaan yang abadi. Akupun demikian. 

  • view 222