Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 9 April 2018   08:02 WIB
belajar dari sejarah

Malam itu habis sholat isya' saya dimintai tolong bapak untuk menulis sebuah do'a untuk pernikahan tetangga. Malam itu adalah malam pertama saya berada dirumah. Bapak bercerita pernah bertemu seorang sopir yang anaknya menjadi DPR RI dan satunya seorang dosen.

Lalu bapak bercerita, beliau bertanya kepada seorang sopir itu "habis berapa kang nguliahkan anak sampai sukses kayak gitu?" lalu sopir itu menjawab, "halah gratis pak, lha angsal beasiswa kok". Lalu bapak bercerita lagi pernah bertemu dengan seseorang yang anaknya mendapatkan beasiswa di Eropa, tapi tidak jadi diambil karena biaya hidup ditanggung sendiri sedangkan biaya kuliahnya gratis.

Lalu saya bercerita pula kepada bapak dan meminta maaf karena target belum tercapai karena harus bisa lanyah dulu, bapak pun memakluminya. Beliau berkata "setiap orang yang gagal dan terus mencoba, maka dia akan menjadi orang sukses karena mau belajar dari kegagalannya itu" beliau menjawab sambil memegang kitab dalail khoirots yang dibacanya setiap hari. Saya jadi teringat kitab serupa yang dibelikan bapak beberapa tahun yang lalu, yang telah banyak coretan dan tekukan tidak rapi karena anaknya yang bandel ini tidak paham-paham dalam mengartikannya.

Lalu tiba-tiba saya teringat ketika mengeluh susah dalam menghafal dan belajar, bapak berkata "kita bisa hafal, pinter, cerdas itu bukan karena kita mampu, tapi karena Allah yang melunakkan hati kita. Jika tak hafal dan tak paham-paham, maka teruslah berusaha. Karena hakikat ilmu itu tidak diberikan kepada orang yang cerdas, tapi diberikan karena Allah itu ridho terhadap hamba tersebut."

Saya jadi teringat, dulu pernah diceritain tentang kisah ulama' besar. Waktu itu beliau mondok, lantas tidak hapal dan susah dalam menerima pelajaran, karena sudah sangat malu dan putus asa akhirnya dia memutuskan boyong dari pondoknya. Ketika beliau sampai di hutan, beliau istirahat sejenak. Beliau melihat sebuah batu yang terkena tetesan air dari atas dengan waktu yang cukup lama, sehingga menjadi cekung. Lalu beliau pun akhirnya memutuskan kembali ke pondok. "batu keras yang ditetesi air saja bisa cekung, lalu kenapa hatiku bisa lebih keras dari pada batu itu? Ah... Pasti aku bisa, batu aja yang keras bisa cekung oleh air"

Mendengar cerita itupun, saya semakin bersemangat untuk terus belajar. Kenapa harus putus asa jika semua di atur oleh Allah? Dan kegagalan bukanlah sebuah akhir, tapi awal dari kesuksesan yang sebenarnya.
_______
Bojonegoro, 30 Maret 2018

Karya : hasanatul mutmainah