Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 9 April 2018   07:58 WIB
belajar memahami

Kebanyakan orang ingin dipahami, tapi sedikit sekali yang ingin memahami.

Berawal dari hal terkecil, misalkan menonton TV. Si A suka film horor, sedangkan B tidak suka. Si A suka horor dan tidak suka sinetron, sedangkan si B suka sinetron dan tidak suka horor. Ketika sinetron yang di tonton si B sedang iklan, si A mengganti ke channel horor. Si B marah-marah ke si A dengan mengumpat dan sebagainya. Satu menit, dua menit, hingga 20 menit lebih si B masih mengumpat. Akhirnya si A memberikan remote ke si B lalu dia pergi ke kamar dengan santai dan tidak mengumpat sama sekali ke si B.

Ketika di dalam kamar, umpatan si B masih terdengar karena si B bercerita kepada beberapa orang yang berada di depan TV sedangkan si A sudah masuk kedalam kamar. Masih jelas didalam benak si A ketika si B mengoloknya dihadapan banyak orang,

"Ganti ganti ganti, jangan nonton kek gini, apaan sih acara kek gini" kata si B. Si A cuma diam (saya juga gak suka acara yang kamu tonton, masak nonton orang berantem, rebutan laki-laki, tidak mendidik sama sekali)

"Buruan ganti!! (agak mbentak) kalau gak pengen ganggu orang lain ya jangan ganggu orang lain lah" kata si B. (Perasaan yang baru datang dan ganggu itu siapa? Dari tadi teman2 fine2 aja kok)

Saat dikamar, si A mendengar si B mengeluh kepada teman-teman yang lain setelah si A masuk kamar. Dst.

Dari cerita tadi bisa di ambil pelajaran, saling menghargai itu penting dalam berteman. Misalnya seperti cerita diatas, jika tidak suka film horor, jika ada yang nonton ya cobalah menghargai seperti dia yang tidak suka melihat sinetron tapi menghargaimu saat kau nonton sinetron.

Maka kalau ada yang nonton acara berita atau kartun di TV, hargailah.. Jika tidak suka pergilah, atau bicara baik2, bukan mengeluarkan kata serapah.

Karya : hasanatul mutmainah