Kembali Mengusik

hasanatul mutmainah
Karya hasanatul mutmainah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 10 September 2017
Kembali Mengusik

Embun menyapa pagiku, maklum saja semalam hujan menerpa untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Aku iseng pagi itu untuk membuka media sosialku yang sudah lama tidak ku buka. Aku membukanya, dan terlihat ada sebuah pesan dan hampir 50 pemberitahuan yang menungguku. siapakah yang mengirimiku pesan? dalam hatipun terbesit do'a, semoga saja dia yang sengaja tidak menghubungiku lewat handphone tetapi mengirimiku pesn lewat inbox. tetapi harapan itu sirna ketika ku intip ternyata bukan dirinya, ternyata dia yang dulu menginginkanku dimasa lalu.

"Kadang wonten arek alit nguyuh teng dalan niku pun bysa '' wajar '' tapi wonten arek gede nguyuh teng kamar mandi kadang isih kleru ''woy lang cepet nek teng kamar mandi aku wes kebelet'' memandang yang bagaimana aku hadapi...?"

isi pesannya pertama

"Kulo inbox sampean niku kulo mboten ngganggu sampean , tapi kulo kepingin pendekatan teng sampean , mengenal tentang Alifa yang sekarang , sekarang sampean pun mbenten kaleh riyin , karaktermu lebih muncul dan pola pikirre sampean nggeh pun benten ,niku seng damel kulo penasaran teng sampean nda, ngapuntene nggeh, aku juga berdosa jelas terlintas dosa dosa di masa lalu , kenapa aku bekaskan dosa dosa padamu di situlah aku slalu merasa bersalah dan berdosa biarlah itu menjadi sebuah taubattan di masa sekarang,,,, aku g pernah ada niatan menggangumu tapi aku hanya ingin dekat padamu , aku yakin dan pasti sampean nggeh pun ngertos bahwasannya semua itu mutlak milik Allah , tapi didalamnya tersimpan usaha dan do'a , baru kali ini aku membuka apa yang aku tahan slama ini , sekarang yang lebih penting sampean nggeh fokus teng nopo seng njenengan riyadlohi teng mriku begitu juga nggeh kulo, ngapuntene kulo nek mboten sopan lan mboten eco ngeten niki ,,, lan maafkan kesalahan ku di massa sekarang maupun dulu.... Ngapuntene nggeh nda....."

dia masih saja memanggilku dengan sebutan Dinda, padahal namaku sudah jelas bukan itu. Aku masih ingat jika panggilan itu adalah panggilan sewaktu aku mengikuti pramuka. sejujurnya aku tidak ingin membalasnya, tetapi aku tidak ingin terus menerus diusik ketenanganku. akupun membalas pesan pertamanya

buang kencing juga kebutuhan kan? lantas cara menyikapinya kita juga memperhatikan orang lain, jangan sampai karena keegoisan diri kita lantas kita mendholimi hak – hak orang lain. jangan mempersulit diri dengan hal – hal kecil, tetapi hal – hal kecil juga tidak lantas dipandang sebelah mata.  jawabku rasional.

untuk pesan selanjutnya aku mebalasnya agak panjang

dulu karena kita masih bodoh, dulu kita terlalu dekat saat menjadi OSIS dan Pramuka, sampean juga paham jika dari dulu saya tidak pernah memiliki kedekatan dengan orang lain kan? maka jika sekarang kita sudah diberi pengetahuan oleh Allah untuk lebih baik, maka jangan ulangi lagi. keinginan sampean untuk dekat dengan saya seperti ini juga mengarah ke ingin mengulangi masa lalu, yaitu dekat dengan lawan jenis. hati saya bukan untuk dijelajahi. sampean mau dekat dengan siapapun saya tidak pernah melarang, tapi bagi saya sendiri jika saya dekat lagi dengan seseorang termasuk sampean, lantas apa arti taubat saya selama ini? saya masih belum bisa bertaubat secara benar, tetapi saya selalu belajar bagaimana agar saya bisa bertaubat dengan benar. tidak akan mencapai maqom tertinggi seseorang jika tingkatan pertama yaitu taubat saja naik – turun, bagaimana saya bisa melalui maqom – maqom lain? itulah motivasi ketika saya mendengar seseorang yang tempo hari dekat dengan saya berkata jika suatu saat dia akan khalwat, dia begitu ingin mendekat kepadaNya, lantas kenapa saya selalu jauh dariNya dikarenakan dosa – dosa saya? dari situ saya juga menjauhinya, saya tidak ingin menjadi hijabnya untuk mendekat kepadaNya, dan begitu juga saya ingin mendekat kepadaNya, dan saya juga tidak ingin menjadi hijab sampean agar baik dihadapanNya. meski banyak yang ingin dekat dengan saya entah karena penasaran dengan diri saya atau apapun itu, tetapi apa artinya pengetahuan yang Allah titipkan kepada saya jika semua itu tetap saya langgar? saya juga paham betul sampean menahan sekian tahun untuk mengatakan demikian ini, pasti takut saya blokir lagi dan seterusnya sehingga selama ini sampean menggunakan nama facebook perempuan kan untuk memantau saya di media sosial ini? jujur, saya bukanlah wanita baik seperti yang sampean lihat pada setiap postingan saya, mungkin karena Allah telah menutupi segala aib pada diri saya lantas sampean memandang saya seperti itu. dan jika sampean meminta kedekatan dengan saya, mohon maaf saja. silahkan dibaca QS. an Nur ayat 30 – 31, QS. an Nisa’ ayat 34. percuma jika kita mengimani adanya Kitab Allah berupa Al Qur’an tetapi hanya sebagai bacaan, sedangkan segala larangan dilakukan dan segala perintah dilanggar. mohon maaf bukannya saya sok suci. yang jelas sekarang saya mempersiapkan diri untuk masa depan, karena masa depan bukanlah nanti saya jadi apa tetapi apa yang dapat saya lakukan untuk perjuangan agama Allah ini, dan untuk sekarang saya masih belajar, biarkan saya belajar dengan nyaman. dan tolong jangan mengungkit hal demikian lagi, jujur saya sangat tidak nyaman. saya membalas pesan ini juga terpaksa karena saya tidak ingin membuat kesalahpahaman. monggo di istighfari keinginan dekat dengan gadis seperti saya. monggo belajar nyantri dengan benar, saya disini juga masih belajar, saya adalah salah satu ujian dari Allah untuk sampean, dan juga saya tidak ingin menjadi ujian bagi sampean. itu perkataan yang saya utarakan kepada seseorang yang dekat dengan saya, dan sekarang saya mengutarakannya ke sampean karena sampean bermaksud ingin dekat dengan saya. pandailah menyikapi rasa, agar rasa yang ada itu menjadi pahala.

Jawaban panjang lebar tersebut terpaksa aku utarakan mengingat pribadinya yang susah mencerna perkataanku yang sekarang. dan sungguh aku benar - benar terpaksa membalasnya. maafkan aku..

Percikan kisah, Perjalanan Alifa

  • view 118