Perih itu

hasanatul mutmainah
Karya hasanatul mutmainah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 02 September 2017
Perih itu

Apakah kau mendengar aku menangis tersedu?

Apa kau melihat? Lelehan air mata ini membasahi pipiku.

Apa kau merasakan? Perih rasa yang kau goreskan.

Aku hanya sebuah nama yang pernah kau dengar.

Aku hanya sebuah jalan yang pernah kau lalui.

Aku hanya sebuah kecacatan yang ada dalam hidupmu.

Aku hanya sebuah penghalang yang ada dalam tujuanmu.

Dan inilah aku...

Kehilangan kabar dariku mungkin bukanlah hal yang penting.

bahkan kau tak membutuhkannya lagi.

Biarkan aku dalam lekukan rasa ini, biarkan aku terus menutupnya.

Aku hanya seperti ini...

Dengan lemahku.. dengan sepiku.. dengan segala hidupku..

Dan dengan rasa ini aku bersalah merindukan kabarmu.

 

Ah sudah lima hari setelah miscallnya terakhir kali. Bahkan seperti itu sudah membuatku merasa dia memikirkanku, bahkan merindukanku. Ini salah, untuk apa aku mengharapkan itu?  hal yang tak seharusnya aku harapkan. Tapi disaat aku lemah seperti ini, aku ingin sekedar dia tahu agar dia bisa menghapus air mataku seperti tempo hari. Terus berada didekatku, menemaniku, menghiburku dalam tangis ini, menguatkanku disaat aku lemah, mengulurkan tangannya dikala aku terjatuh. Tapi.. biarkan perasaan ini berlalu, biarkan aku terus membaikkan diriku meski rindu ini selalu ada bahkan terus terluka karenanya. Allah.. izinkan aku semakin semangat dalam menghamba padaMu dalam rindu yang Engkau berikan. Rindukan hati ini dalam rindu yang pantas hamba rasakan. Hanya Engkau yang bisa menguatkan. Ajari hamba ya Allah.. pandu hamba.. berikan hamba kesabaran dalam ujian ini.

 

Di penghujung bulan.

Jombang, 30 Agustus 2017

  • view 51