Mengingat atau Memikirkan?

hasanatul mutmainah
Karya hasanatul mutmainah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Agustus 2017
Mengingat atau Memikirkan?

Menunggu, entah sampai kapan. Mungkin dia juga tak tahu dan takkan pernah tahu, sebuah sms atau miscall darinya pun membuatku bahagia meski aku tak membalasnya. Dari situ aku tahu, bahwa kau memikirkanku, meski hanya sedetik saja karena itu membuatku bahagia karena kau mengingatku, ya.. mengingatku bukan memikirkanku, toh siapa aku? Sebenarnya aku tak pantas seperti ini, dan aku malu dengan diriku yang seperti ini. Mungkin kau bagaikan kilauan minyak zaitun yang terkena percikan sinar mentari hingga membuatku takjub. Dan sekali lagi, aku takjub atas seseorang yang mungkin dia hanya mengingatku bukan memikirkanku. Bisikan suara itu masih jelas ku dengar “cantik” katamu tepat ditelingaku. dan kini aku sadar, mungkin aku tak secantik yang kamu pikirkan, aku hanya gadis biasa yang masih naik turun kadar imannya. sedangkan kamu?

ah.. lagi - lagi aku memikirkanmu, bukan hanya mengingatmu. bahkan saat ku tertidur, masih sempatnya bayang wajahmu terlintas dalam mimpiku. dan aku tahu.. aku terlalu memikirkanmu, aku salah.. aku salah.. telah memikirkanmu. andai engkau tahu, bukan keinginanku untuk seperti ini. selalu saja ada celah dimana otakku memikirkanmu, bahkan hatiku trenyuh, mataku kembali mengalirkan lelehan magma putih bening seperti biasanya.

dalam do’a dan penantian serta memantaskan, aku tetap mengosongkan ruang ini, meski harapan untukmu yang mengisi sangat besar, kau yang telah membawa kunci ruang itu hingga siapa yang ingin masuk harus mendobraknya dan membuatku luka. ah sudahlah... aku tak tahu engkau disana sempat memikirkan aku -yang katamu calon istrimu-, atau engkau tak ada sedetikpun waktu hanya untuk mengingatku.

Entahlah.. aku sadar ini ujian yang Dia berikan, apakah aku akan kuat, ataukah aku akan jatuh dengan ujian seperti ini. dan jika engkau tahu, aku disini tak hentinya berdo’a, jika memang engkau imam yang tepat untukku, mungkin tak butuh wktu 2 tahun, bahkan jika Allah menjadikan esok atau lusa engkau datang lagi kerumahku, maka.. itulah takdirnya, itulah kehendakNya dan semoga seperti itu. ketika engkau adalah sebuah do’a yang selalu ku semogakan, karena ketakutanku pada hati ini.

semoga niat kita itu bukanlah mimpiku atau mimpimu, biat kita diwujudkan dalam nyata olehNya, dengan izinNya, dengan ridhoNya dan dengan kasih sayangNya.

penggalan kisah “Perjalanan Alifa”

bersambung...

  • view 36