Gamang

Utami Nurhasanah
Karya Utami Nurhasanah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Agustus 2016
Gamang

Pada gelapnya kamar, seorang wanita berbaring. Ia melihat langit-langit kamar yang ditempeli oleh beragam fluorescence. Pikirannya mengawang-awang pada serangkaian gelisah yang mengudara di sepenjuru ruangan. Berkali-kali, ia menghela napas panjang. Dan pada tarikan napas yang terakhir, ada air mata yang membuka festival kegamangan dalam dirinya.

Perihal apa yang membuatnya menangis terisak tanpa bunyi, tidak ada orang yang tahu pasti. Sebab, tak banyak orang yang ia percayai untuk berbagi duka. Tak ada malah. Kebanyakan, orang-oranglah yang justru melemparinya dengan serangkaian lara. Pernah suatu masa, ketika orang-orang yang mengantri untuk didengarkan itu selesai bercerita, wanita itu turut membuka suara untuk menumpah-ruahkan perasaan yang selalu ia sembunyikan. Dukanya. Laranya. Resahnya. Tapi belum juga ia selesai bicara, orang-orang itu lantas memotong pembicaraannya, dan malah meneruskan cerita mereka. Apa saja. Yang tidak penting sekalipun. Maka, wanita itu hanya akan diam dan mendengar orang-orang itu bercuap-cuap sampai mereka menenggak habis minumannya dalam sekali minum. Sedangkan dukanya, ia simpan dan kubur rapat-rapat pada kalbunya. Lagi.

Wanita itu bertanya-tanya, andaikata—andaikata saja, orang-orang itu tahu apa yang tengah ia hadapi, apa yang akan mereka lakukan? Respon macam apa yang akan mereka berikan? Dan yang lebih sering mengusik ketenangannya: apakah mereka benar-benar peduli pada dirinya?

Dan pada akhirnya, apapun duka yang wanita itu rasakan, tak seorang pun tahu. Tak seorang pun meluangkan waktu untuk bertanya dan mempedulikan. Soal jalan hidup dan prinsipnya, cita-citanya, atau apapun mengenai dirinya.

Dan pada akhirnya, wanita itu kehilangan suaranya sama sekali.

  • view 174