Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesehatan 3 Juli 2018   15:11 WIB
Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Perawatan Gigi Anak

Banyak orang tua yang sering salah memberikan perawatan gigi anaknya, namun dengan adanya klinik gigi para orang tua dapat memberikan perawatan gigi yang tepat pada anaknya. Sebab masih banyak orang tua atau bahkan kamu belum mengerti atau masih kurangnya pengetahuan dalam merawat gigi terutama gigi anak-anak. Sebab gigi anak-anak tentu saja berbeda dengan gigi orang dewasa. Apalagi saat ini masih banyak orang tua yang menganggap bahwa menyikat gigi 2 kali sehari sudah cukup dalam mencegah kerusakan gigi pada anak. Namun hal ini tidak selamanya benar, sebab banyak sekali ditemukan anak-anak yang giginya rusak. Ditambah lagi dengan kegemaran anak-anak dalam menyantap permen dan gula yang merupakan biang dari kerusakan gigi pada anak.

  1. Tidak mendampingin anak saat gosok gigi

Semua anak tidak mampu menyikat gigi dengan benar dan efektif sebelum umur 8 tahun. Sehingga pada saat menyikat gigi maka orang tua harus mengawasi agar memastikan apakah ada kotoran yang tertinggal. Jadi tidak heran jika banyak anak-anak yang berusia 8 tahun ke bawah yang memiliki permasalahan gigi ditambah lagi dengan kebiasaan mereka yang gemar memakan permen dan coklat yang mengandung banyak gula. Sehingga untuk melakukan pengobatan dibutuhkan tenaga medis yang berkualitas bagus seperti tempat pemeriksaan gigi, sebab banyak anak kecil yang sangat takut dengan dokter gigi.

  1. Menganggap gigi berlubang bukan sebuah masalah
Masih banyak orang yang menganggap bahwa mengobati gigi berlubang sangat mudah, padahal lubang pada gigi akan terus ada selama kamu hidup. Gigi bayi yang masih sehat sangat diperlukan agar dapat mempertahannya ruang untuk gigi dewasa sehingga dapat membuat rahang dapat tumbuh dengan normal. Namun jika terdapat lubang maka akan memberikan efek terhadap perkembangan gigi dewasanya, karena itu ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan minimal 6 bulan sekali di klinik kesehatan gigi. Sehingga dapat meminimalisirkan permasalahan gigi sedini mungkin, jadi tidak membuat gigi akan rusak parah yang susah untuk diobati.

     3. Sering memberi makanan manis dan keras

Anak-anak pada umumnya menyukai makanan manis dan keras contohnya seperti permen. Makanan manis dan keras akan menyebabkan gigi mudah kropos sehingga sakit gigi tidak bisa dihindari. Menjaga supaya gigi tidak kropos atau berlubang saat mengkonsumsi makanan manis adalah dengan mengurangi porsi dan setelah makan wajib untuk berkumur atau gosok gigi. Jika sudah terjadi demikian maka paling tepat datang ke klinik atau dokter gigi terdekat.

Jika anda mempunyai masalah gigi lepas atau tidak ada gigi dapat dianjurkan untuk implan gigi ke klinik atau dokter gigi favorite anda agar terlihat cantik dan tampan.

Karya : Hasan Abdul