Perjalanan bertemu jodoh bagi wanita dan lika-likunya

Harum El-masyitoh
Karya Harum El-masyitoh Kategori Renungan
dipublikasikan 25 September 2016
Perjalanan bertemu jodoh bagi wanita dan lika-likunya

Apa itu jodoh?

Barangkali kau sering bertanya-tanya tentangnya.
Barangkali imajinasimu tentang belahan jiwa begitu sederhana: di tepi pantai, kau mengandaikan ada orang di seberang sana, yang tengah menunggumu untuk berlayar.

Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu, sehingga seringkali hanya bisa menunggu, mendambakan orang yang kau nantikan itu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu.

Tetapi laut, ombak, dan isinya selalu menjadi misteri yang tak terduga-duga, bukan? Orang yang kau sangka belahan jiwa sering kali hanyalah perantara, atau justru pengalih perhatian dari belahan jiwamu yang sesungguhnya.

(Fahd Pahdepie/ Jodoh)

Jodoh sebuah kata yang terdiri lima huruf yang terkadang menyimpan banyak misteri bagi sebagian wanita.  Tapi terkadang dianggap biasanya saja bagi sebagian orang karena wanita tersebut tiba-tiba saja sudah bertemu jodohnya, bahkan ketika dia belum memikirkan apapun tentang jodoh.  Kata jodoh akan semakin ramai diperbincangkan ketika seorang wanita menginjak umur 20 tahun keatas.  Menghadiri walimahan teman akan menjadi sesuatu yang ditunggu sekaligus reuni dengan teman-temanya. Tapi ketika wanita berumur 25 tahun dan dia belum bertemu jodohnya, menghadiri walimah kadang berubah menjadi momok atau sesuatu yang membuat baper para wanita. 

Perjalanan para wanita bertemu jodohnyapun berbeda-beda, ada yang tiba-tiba setelah lulus aliyah atau setingkat SMA sudah ada yang memintanya bahkan banyak sudah banyak laki-laki mapan yang  mengantri, biasanya ini dialami oleh wanita dengan fisik diatas rata-rata (cantik dan tinggi) walaupun tidak semua, atau juga dialami oleh anak perempuan dari keluarga terpandang.  Ada yang bertemu jodohnya disekolah atau ditempat kuliah, ini mungkin yang paling banyak dialami oleh sebagian wanita. Walau terkadang diawali dengan hal yang kurang bagus seperti dengan pacaran, yang hal tersebut dianggap hal yang wajar oleh mayoritas orang.  Ada yang bertemu jodohnya ditempat kerja, atau komunitas  bahkan sosial media dll. 

Kasus yang dialami para wanita pun berbeda-beda, ada yang sudah berpacaran bertahun- tahun, tapi akhirnya menikah dengan orang yang berbeda. Ada yang melawati tahap dikhianati dulu, frustasi dulu bahkan diberi atau memberi harapan palsu. 

Dijodohkan, kadang juga dialami sebagian wanita. Dan hasilnya pun berbeda-beda, ada yang sudah di jodohkan dari kecil dan benar-benar berjodoh ketika besar.  Ada juga yang dijodohkan dari kecil tetapi ketika besar menolak dijodohkan. Ada juga yang dijodohkan dan langsung cocok. Ada juga kasus sudah dijodohkan berkali-kali tapi berakhir setelah pertemuan pertama, biasanya dialami para wanita yang fisiknya dibawah rata-rata.

Tidak bisa dipungkiri penilaian fisik menjadi masalah yang krusial bagi para laki-laki untuk memilih seorang wanita. Walaupun banyak pembahasan bahwa dalam Islam dianjurkan untuk memilih seorang wanita karena agamanya, tapi survey membuktikan bahwa kebanyakan seorang laki-laki akan mendahulukan segi fisik seorang wanita sebelum memilihnya. Maka tak heran jika berbagai tempat penjualan prodak kecantikan, prodak diet baik off line maupun online, selalu ramai dipesan dan dibanjiri para wanita ketimbang tempat kajian-kajian ataupun masjid untuk mempercantik batin. Dalam Islampun sebenarnya menganjurkan untuk mencintai keindahan bahkan Allahpun menyukai keindahan, Innallaha jamil wa yuhibbul jamal. Jadi boleh-boleh saja mempercantik diri asal dalam batas-batas sewajarnya, dan diseimbangkan dengan kecantikan batiniah. 

Wal akhir saya ucapkan....untuk para wanita yang sudah bertemu jodohnya selamat dan syukuri berusahalah selalu untuk berjodoh dengan jodohmu

Untuk  para wanita yang masih dalam perjalanan dan penantian,  bersabarlah semua akan indah pada waktunya, berarti masih ada waktu bagimu untuk terus memperbaiki diri dan menyibukkan diri dengan hal-hal positif bukan meratapi dengan kesedihan yang berlarut

 

  • view 361