Merenungi nikmat-Nya, yang seringkali tak kita sadari

Niken Harena
Karya Niken Harena Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Januari 2016
Merenungi nikmat-Nya, yang seringkali tak kita sadari

Apa yang terlintas dalam pikiran kita kala mendengar kata "nikmat"?
Kegembiraankah? Rizki yang banyakkah? Atau berbagai kesuksesan dalam karir?
Adakah yang punya pendapat lain?
Silakan dijawab dalam hati masing-masing.

Seringkali kita fokus pada nikmat yang menurut kita besar, lantas kemudian baru kita mengucap syukur pada-Nya. Seakan-akan baru kali itu saja merasakan kenikmatan dari-Nya.

Mari kita merenung sejenak.
Tenangkan hati dan pikiran, kemudian rasakan hembusan angin di sekitar kita, hirup segarnya udara, edarkan pandangan di sekeliling kita. Apa yang terlihat? Tanaman nan hijaukah? Anak-anak yang tengah berlarian dengan riang, atau keluarga yang tengah larut dalam hangatnya bincang?
Lihat dan rasakan lebih dekat, tubuh kita, tangan kita, mata kita, mulut kita, telinga kita, juga kaki kita, adakah ia berfungsi sebagaimana mestinya? Ketika semua itu masih berfungsi dengan baik, maka kita bisa beraktivitas, menjalankan rencana yang telah tersusun.

Setelah melihat dan merasakan itu semua, kini apa yang terlintas dalam pikiran kita?
Nikmat. Ya, hal-hal yang kita anggap biasa setiap harinya, ternyata adalah sebuah nikmat, sebuah karunia yang luar biasa. Bayangkan saja, ketika salah satu organ atau pun anggota tubuh kita tengah sakit, tak mampu berfungsi dengan baik. Apa yang terjadi? Kita tak akan bisa beraktivitas dengan baik, sebagaimana ketika sehat.

Semoga kita tersadar bahwa ternyata manusia adalah makhluk yang begitu lemah tanpa nikmat dan karunia-Nya. Sudah sepantasnya kita bersyukur pada-Nya atas setiap nikmat yang masih Ia beri hingga detik ini, yang bahkan mungkin kita lupa untuk memintanya. Alhamdulillah.

#selfreminder #kepingpuzzle

by @nikenharena

  • view 160