[Review] Tulisanku pada Triwulan I Tahun 2016

Hantus Tommy
Karya Hantus Tommy Kategori Inspiratif
dipublikasikan 21 Juli 2016
[Review] Tulisanku pada Triwulan I Tahun 2016

Sebagai penulis pemula, sangatlah senang jika karya tulisannya mendapatkan label Highlight (artikel pilihan) apalagi ditambah sebagai Headline, tentunya karyanya mendapatkan tempat utama untuk ditampilkan dan layak dibaca kepada pembaca.

Review Tulisanku di Triwulan I (Pertama) ini bukanlah untuk bahan pameran ataupun gagah-gagahan, melainkan untuk memudahkan saya pribadi agar dapat melihat dan membaca kembali artikel saya yang telah mendapatkan label Highlight (pilihan) oleh admin kompasiana serta kunjungan dan penilaian dari rekan-rekan kompasianers yang telah memberikan support dan motivasi bagi saya.

Pada triwulan I (pertama) tahun 2016, artikel saya di Kompasiana yang mendapatkan label Highlight (pilihan) adalah sebagai berikut:

  1. [Resolusi 2016] Perlu atau Tidak? : Setiap kita baik individu maupun kelompok memerlukan suatu resolusi tiap tahunnya. Resolusi dibuat setiap awal tahun agar apa saja yang akan dilakukan sepanjang tahun kedepan. Biasanya resolusi yang dibuat setiap awal tahun berdasarkan review resolusi tahun yang lalu, apakah resolusi tahun yang lalu tercapai/terealisasi semua? Ataukah hanya beberapa saja yang telah tercapai/terealisasi. Artikel ini menceritakan tentang membuat resolusi dengan menggunakan analisa SWOT yang memiliki kompenen sebagai berikut: Strengths (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Kesempatan/Peluang), dan Treaths (Ancaman/Hambatan). Keempat komponen dari analisa SWOT dapat membantu kita untuk melihat dan membuat resolusi pribadi (individu) maupun kelompok (perusahaan) tiap tahunnya tanpa melupakan resolusi tahun sebelumnya sebagai bahan pertimbangan untuk analisa kembali. Baca: DISINI
  2. [Indonesiax] Melakukan Perubahan Melalui Edukasi Online : Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition yang diadakan Kompasiana untuk mengulas pendidikan/kursus secara online. Pendidikan/kursus secara online ini melalui program yang diadakan oleh IndonesiaX. Belajar secara online ini merupakan suatu perubahan dalam edukasi online tanpa harus hadir di kelas. Edukasi online ini melaui kursus secara gratis yang diadakan IndonesiaX memiliki program-program kursus yang menarik serta bekerjasama dengan universitas atau institusi terbaik. Adapun kursus online secara gratis ini dapat kita akses melalui website IndonesiaX. Baca: DISINI
  3. Menikmati Sop Konro di Lorong Jalan : Menikmati makanan atau minuman tidak harus ditempat yang mewah. Kita bisa menikmati di tempat-tempat yang unik dan menarik. Bahkan kita sebut sebagai wisata kuliner. Tempat yang unik kali ini adalah sebuah lorong jalan (gang) yang terbentuk dari antara lahan bank swasta (BCA) dan lahan bank pemerintah (BTN), terdapat kedai yang menyediakan makanan Sop Konro yang sangat terkenal. Lorong ini merupakan akses dari jalan utama ke jalan sekunder di daerah Pasar Baru, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Baca: DISINI
  4. [#CintaSejatiRTC] Puisi Persahabatan : Puisi ini merupakan puisi tulisan tangan dua sahabat yang saling bertukaran bersama hadiah yang dibatasi maksimal harga Rp. 20.000 (dua puluh ribu rupiah). Puisi tulisan tangan ini sebagai ungkapan persahabatan di even yang diadakan Rumpies The Club (RTC) yang dipostingkan pada tanggal 14 Pebruari 2016 secara serentak. Baca: DISINI
  5. [100Puisi] Ku Tetap Melangkah : Puisi Ku Tetap Melangkah ini diikut lombakan dalam jejak-jejak [100Puisi] Puisi “Orang-orang Kecil” di Kompasiana. Puisi terinspirasi dari seorang pemulung tua yang selalu tegar dalam mengais rejeki dengan mengumpulkan kardus-kardus bekas, botol-botol plastik bekas ataupun elektronik bekas. Baca: DISINI
  6. [100Puisi] Anugerah Terindah dalam Hidupku : Puisi ini terinspirasi dari sebuah lagu rohani yang berjudul Anugerah Terindah yang dipopuler oleh Regina Idol, membuat penulis dikuatkan untuk selalu bersyukur atas anak berkebutuhan khusus yang hadir ditengah-tengah kehidupan keluarga penulis. Puisi ini selain terinspirasi dari lagu Anugerah Terindah, merupakan puisi kolaborasi dengan lirik lagu tersebut. Karya puisi ini diikutsertakan di even [100Puisi] Puisi “Orang-orang Kecil” di Kompasiana. Baca: DISINI
  7. [100Puisi] Walau Ku Tak Dapat Berjalan : Puisi ini lahir dari inspirasi dan kolaborasi dari lirik lagu rohani: Walau Ku Tak Dapat Melihat yang dipopulerkan oleh Grezia Ephipania feat Jason. Puisi ini merupakan ungkapan hati kecil dari anak berkebutuhan khusus, meskipun keterbatasan fisik yang dimilikinya tidak membuat dirinya selalu lemah, melainkan ucapan syukur kepada Tuhan atas kasih sayang keluarga yang mengasihinya. Baca: DISINI
  8. [Yon-Sijo] Gelisah Bukan Gundah : Puisi ini merupakan gaya penulisan puisi Yon Sijo yang dilakukan dua atau lebih penulis puisi yang dikolaborasi menjadi satu kesatuan dalam suatu puisi yang utuh. Puisi Yon Sijo ini istilah puisi lama dari Korea. Baca: DISINI
  9. [HUT RTC] Ku Tetap Melangkah : Ini merupakan prosa yang terinspirasi dari Pusi yang berjudul Ku Tetap Melangkah karya Hantus Tommy (puisi ini diikutsertakan di even [100Puisi] “Orang-orang Kecil” di Kompasiana. Prosa berjudul Ku Tetap Melangkah mengikuti judul puisi yang menginspirasi prosa tersebut, serta diikutsertakan di even HUT RTC (Rumpies The Club). Baca: DISINI
  10. Menikmati Gerhana Matahari Total di Kotaku, Balikpapan... : Fenomena alam, seperti halnya Gerhana Matahari Total (GMT), banyak cara untuk menyaksikannya. Bahkan dari berbagai negara datang untuk menyaksikan GMT yang terjadi di daerah tertentu. Tahun 2016 di bulan Maret, GMT terjadi di sebagian wilayah Indonesia, tepatnya di 11 (sebelas) kota di Indonesia. Persiapan menjelang GMT dilakukan berbagai hotel maupun tempat wisata untuk menikmati GMT di sebelas kota tersebut, salah satunya Kota Balikpapan. Warga Balikpapan juga mempersiapkan diri untuk menyaksikan fenomena alam ini. Baca: DISINI
  11. Cuaca Cerah Saat Menikmati Gerhana Matahari Total : Cuaca cerah mendukung pada saat terjadinya Gerhana Matahari Total (GMT) di kota Balikpapan, warga kota ini sangat antusias untuk menikmati dan menyaksikan GMT yang melintasi kota Balikpapan. GMT ini terjadi bertepatan libur nasional, Hari raya Nyepi bagi saudara-saudara kita umat Hindu. Baca: DISINI
  12. [HUT RTC] Cinta Satukan Kita : Puisi ini terinspirasi dari sebuah lagu yang berjudul Cinta Satukan Kita yang dipopulerkan oleh Judika. Setiap orang tua merindukan kelahiran anaknya selalu dalam keadaan sehat dan baik adanya. Bagaimana dengan orang tua yang tidak mendapatkannya? Terlahir dengan kondisi fisik dengan berkebutuhan khusus? Tentunya sangatlah berat. Namun cintalah yang dapat menyatukan anak berkebutuhan khusus kepada orang tuanya yang mengasihi dia. Puisi ini diikutsertakan di even HUT RTC (Rumpies The Club). Baca: DISINI
  13. [HUT RTC] Sampai Akhir : Puisi ini terinspirasi oleh lagu yang berjudul Sampai akhir yang dipopulerkan oleh Judika feat Duma. Puisi ini menceritakan betapa kuatnya cinta seorang kekasih kepada orang yang dicintainya hingga akhir hayat. Puisi ini diikutsertakan di even HUT RTC (Rumpies The Club). Baca: DISINI
  14. [HUT RTC] Sahabat Jadi Cinta Sahabat : Jadi Cinta, puisi ini terinspirasi dari lagu Sahabat Jadi Cinta yang dipopulerkan oleh Mike Mohede. Puisi ini menceitakan bahwa persahabatan seorang marketing kepada nasabahnya. Tak lama timbul benih-benih cinta sehingga yang awal bersahabat menjadi Cinta. Puisi ini diikutsertakan di even HUT RTC (Rumpies The Club). Baca: DISINI
  15. [Jumat Agung] Terima kasih Atas Kasih-Mu : Puisi Terima Kasih Atas Kasih-Mu ini terinspirasi dari lagu rohani berjudul Kasih Bapa yang dipopulerkan oleh Judika. Puisi ini mengungkapkan ucapan syukur kepada Tuhan atas kasih setia-Nya yang selalu melingkupi kehidupan setiap manusia. KasihNya yang tulus dan sempurna sanggup mengampuni segala dosa-dosa manusia. Baca: DISINI
  16. Meskipun Ada yang Online, Kenapa Takut Bersaing? : Persaingan bisnis konvensional versus bisnis online yang sempat terjadi demo besar-besaran pada tanggal 22 Maret 2016 yang dilakukan oleh taxi konvensional. Ketidakpuasan akan keberadaan taxi online membuat taxi konvensional kekurangan pelanggan sebagai alasannya. Namun tanpa disadari taxi konvensional bisa menggunakan teknologi dengan membuat fasilitas yang dapat diakses secara online oleh pelanggannya. Baca: DISINI

Demikian Review untuk tulisan saya di Triwulan I (pertama) tahun 2016. Karya diatas hanya sebatas untuk mengumpulkan menjadi satu artikel agar memudahkan saya sebagai penulis yang masih perlu terus belajar menulis dan menulis serta sebagai motivasi saya untuk menulis lebih baik lagi.

Terima kasih untuk admin kompasiana dan Bapak/Ibu/Saudara-i ku di Kompasiana yang telah memberi nilai agar saya terus semangat untuk menulis, menulis, dan menulis. Kiranya artikel saya diatas dapat bermanfaat bagi pembaca kompasiana lainnya.

Salam, hantus_tommy

Tulisan diatas telah diposting di kompasiana, dapat dibaca : DISINI

  • view 241