Menantikan Hari Pertama (Masuk) Sekolah

Hantus Tommy
Karya Hantus Tommy Kategori Motivasi
dipublikasikan 20 Juli 2016
Menantikan Hari Pertama (Masuk) Sekolah

Tak terasa libur sekolah akan berakhir. Para orang tua mulai sibuk untuk mempersiapkan segala keperluan anak sekolah, mulai dari seragam, tas, buku tulis, peralatan tulis, dan perlengkapan lainnya. Persiapan demi persiapan dilakukan tiap-tiap orang tua agar kebutuhan sekolah anaknya tidak ada yang kurang/tertinggal untuk disiapkan.

Hari ini, 18 Juli 2016, beberapa sekolah di kota Balikpapan sudah ada yang masuk sekolah, namun beberapa yang lain ada tanggal 25 Juli 2016. Para orang tua yang anaknya masuk sekolah hari ini, tentunya sudah mulai sibuk untuk mengantar ke sekolah. Termasuk update status di media sosial (medsos), menceritakan hari pertama masuk sekolah putra-putri mereka. Keceriaan hari pertama masuk sekolah terpancar dari wajah anak-anaknya teman-teman saya di medsos. Saya pun senang melihatnya, sehingga saya tidak sabar menantikan hari pertama sekolah.

Hari pertama masuk sekolah ini, ada para orang tua yang sudah menyiapkan waktu untuk mengantarkan ke sekolah, baik ambil cuti ataupun ijin untuk mengantar ke sekolah kepada pimpinan tempat bekerja. Kalau sebagai pengusaha/wirausaha sendiri, tentu tidak perlu ijin, ya ijin diri sendiri, hehehe... Tapi bagaimana anak-anak para guru jika suami-istri (keduanya) bekerja sebagai guru, siapa yang ngantar? Sempat terbersit dalam benak saya, hmmm..!!

Demikian dengan saya, yang tidak sabar menunggu tanggal 25 Juli 2016, untuk mengantar dan melihat anak saya, Kaleb, masuk sekolah di sekolah berkebutuhan khusus yaitu Sekolah Luar Biasa Tunas Bangsa (SLB TB). Hari minggu kemarin, sudah membeli baju seragam sekolahnya yang seragam putih merah. Seragam yang lain sudah disediakan dari sekolah seperti baju batik, baju olahraga dan lainnya bersamaan pada saat pendaftaran murid baru SLB TB.

Kerinduan saya dan istri sebagai orang tua dari anak spesial (berkebutuhan khusus) adalah memberikan pendidikan yang terbaik. Ini upaya kami sebagai orang tua, tetap memberikan pendidikan formal agar  Kaleb mendapatkan pendidikan khusus meskipun anak kami beda dengan anak sebayanya.

Tidak hanya kami saja, banyak orang tua dari anak berkebutuhan khusus memberikan pendidikan formal bagi anak-anaknya dengan tetap semangat mengantar anak-anak mereka tanpa ada rasa malu ataupun minder. Karena anak-anak berkebutuhan khusus adalah Anugerah Tuhan yang dititipkan kepada kita, orang tua dari anak berkebutuhan khusus.

Kesabaran, Keikhlasan dan Ketekunan adalah modal utama untuk mengajar, mendidik, memotivasi dan merawat anak-anak kebutuhan khusus. Jadi tidak hanya guru di sekolah semata yang mengajar namun kita sebagai orang tua adalah guru anak-anak kita di rumah dalam kesehariannya. Salam hangat @hantus_tommy

Sumber: Artikel ini telah diposting di blog kompasiana saya tanggal 18 Juli 2016 dapat dibaca DISINI

  • view 206