Kembalikan Ayah ke Rumah

Hans Dream
Karya Hans Dream Kategori Inspiratif
dipublikasikan 17 Maret 2016
Kembalikan Ayah ke Rumah

Seorang bocah kecil lugu bermimpi tentang dunia di masa yang akan datang. Esok, seorang ayah akan hadir di hari anaknya lahir melalui layar smartphone-nya. Ia mengazankan anaknya pun melalui layar handphone canggihnya. Ketika beranjak mulai belajar berbicara, ayah akan mengajarkan anaknya untuk memanggil ?daddy? padanya. Pada saat pesta ulang tahun anaknya, ayah akan mengirimkan hadiah-hadiah luar biasa melalui jasa pengiriman barang. Ayah akan mengirimkan video selamat ulang tahun pada anaknya lagi-lagi melalui aplikasi canggih di gedgetnya. Beraneka hadiah mewah menghiasi kamar si anak dari tahun ke tahun. Mobil remote control, drone, ipad, game layar sentuh, robot, dan semua barang elektronik berbeda selalu si anak terima saat ulang tahun. Teman-teman si anak selalu iri dan ingin memiliki semua benda-benda itu saat diperlihatkan.

Beranjak sekolah si anak akan dimasukkan kesekolah ternama kelas internasional, akselerasi dan sebagainya. Ia mulai dijejali hitungan, bahasa asing, dan pelajaran yang dalam pandangan orang tuanya akan menjadikannya anak yang pintar dan sukses kelak. Si anakpun mulai banyak tau, bahkan kini Ia tau bahwa panggilan ?daddy? bukanlah panggilan asli negaranya. Ia pun mulai tertarik mempelajari budaya negara asal panggilan ini. Ia pun mulai menirukan budaya-budaya itu. Budaya yang Ia temukan dari gadget canggih hadiah ulang tahunnya.

Si Ibu mulai merasakan kebosanan di rumah, apalagi sinetron-sinetron kesukaannya semakin menstimulasinya untuk hidup seperti tokoh-tokoh idolanya dalam sinetron tersebut. Meskipun hidupnya mewah berkat hasil kiriman uang yang banyak setiap bulan dari suaminya tak berarti Ia merasa senang. Ditambah lagi, Ia ingin segera seperti tokoh-tokoh berkelas dengan fashion mahal dan karir mentereng seperti di majalah-majalah langganannya. Si Ibu pun memutukan untuk kembali bekerja. Tak puas bekerja Ia melanjutkan pendidikannya di universitas ternama lokal hingga internasional. Tak ayal, karirnya semakin melejit. Penghasilannya pun kini hampir mengejar penghasilan suaminya. Sama seperti suaminya, Ia terkadang harus mengalami jet lag karena harus bepergian keluar negeri secara intens. Si anak kini diserahkan pada babysister hingga penjaga terpilih dari sebuah penyedia jasa pengasuhan anak ternama. Bagi si anak kini apapun yang Ia minta pada orang tuanya pasti akan Ia dapatkan. Beranjak remaja si anak pun hidup berbeda dari anak-anak sekolah sebayanya. Ia hidup berfoya-foya, bergaul dengan bebas, sering bolos sekolah tanpa peduli dengan nilainya, tak heran mengingat ada beberapa gurunya yang bisa Ia 'beli' untuk mendapatkan nilai. Setelah dewasa si anak mulai dituntut oleh orang tuanya agar Ia seperti mereka. Namun si anak menolak, Ia tak ingin seperti orang tuanya. Ia sudah terlena dengan kebebasannya selama ini. Ayahnya marah, si anak mulai tak betah di rumah dan lebih memilih bersama teman-temanya yang akhirnya menjerumuskan Ia pada perilaku terlarang, narkoba dan penyimpangan seksual. Beberapa kali si ayah pun harus terlibat dengan pihak berwajib karena perilaku anaknya itu, tapi anaknya tak kunjung berubah. Si ibu pun tak bisa berbuat apa-apa, Ia kebanjiran pekerjaan. Baginya ini tak ubahnya seperti sinetron-sinetron yang akan berakhir indah. Si ayah pun mulai frustasi tak bisa barbuat apa-apa pada istri dan anaknya. Ia pun memutuskan untuk melupakan keluarganya dan bergabung dengan organisasi-organisasi terlarang dan tak terdengar lagi kabarnya. Si anak kini juga entah dimana rimbanya. Sementara si istri terkejut karena apa yang Ia alami jauh berbeda dari sinetron-sinetron yang tonton dulu. Ia berteriak, menangis dan menyesal hingga membangunkan si bocah lugu dari mimpinya.

Si bocah lugu dengan keringat bercucuran mendekap ayahnya yang tertidur lelap disebalahnya dengan erat. Si Ibu pun terbangun melihat anaknya yang tersentak berkeringat hebat dan segera mengusap kepalanya agar tertidur kembali.

?

  • view 118