Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 26 Mei 2016   12:11 WIB
Tolong Berikan Tulisan ini Sebuah Judul

Ada beberapa tempat yang ingin sekali didatangi oleh seseorang. Beberapa tempat yang dianggap menakjubkan. Lalu beberapa usaha seseorang untuk pergi ke tempat itu berakhir dengan menyebalkan. Tidak semua tujuanmu berakhir dengan ‘sampai’. Mengutip sekali lagi kalimat dari John Green, dunia bukanlah pabrik perwujudan keinginan. Itu sebabnya akan ada lebih banyak orang lagi yang mengatakan “Mungkin tempatmu bukan disana. Ada benarnya bahwa disini adalah tempat yang lebih cocok bagimu”. Kalian semua, pembaca, akan menemui orang-orang dengan kalimat seperti itu ketika kalian gagal pergi. Atau barangkali ketika kalian gagal mencapai sesuatu setelah berjuang secara heroik atau semacamnya. Padahal ketahuilah, itu semua omong kosong. Dan beberapa dari kalian, dan juga saya, begitu menyukai omong kosong. Kita semua menganggap omong kosong itu sebagai penghiburan atau semacam usaha untuk tetap tenang. Kita semua takut untuk merangsak jauh ke dalam kubangan menjijikkan bernama kecewa.

Kebanyakan dari  kita ingin sekali dikenali sebagai orang yang mengagumkan. Menjadi orang hebat karena menemukan teori hebat abad ini, menjadi orang tangguh karena berhasil mencapai puncak Everest ketika badai salju dll dll. Ada lebih banyak orang di dunia ini yang memiliki obsesi untuk dikenal dan diingat sebagai seseorang yang luar biasa. Bahkan sampai titik paling bawahpun, ketika seseorang mengalami kegagalan, obsesi itu tidak sepenuhnya lenyap begitu saja. Orang-orang merubah sedikit definisi obsesi bagi dirinya sendiri. Seperti dikenal sebagai seseorang yang tabah karena menerima kegagalannya, atau sebagai seseorang yang begitu mengagumkan karena tidak putus asa atas kegagalannya. Beberapa orang hidup seperti itu. Beberapa orang mendikte diri mereka sendiri dengan gagasan tentang orang hebat adalah mereka yang pergi ke tempat paling jauh atau paling tinggi. Ini menjengkelkan. Tentu saja. Sama menjengkelkannya seperti beberapa orang Amerika yang mengidentikkan telur orak-arik sebagai menu sarapan (Saya baca ini dari novel, saya belum pernah ke Amerika) padahal ada begitu banyak makanan yang layak dimakan pada saat sarapan.

Barangkali saya menulis ini sebagai bentuk kekesalan. Saya tidak ingin lagi diingat sebagai seseorang yang hebat atau apapun. Karena kenyataannya saya bukan orang hebat atau semacamnya, saya hanya saya. Itu saja. Saya tidak ingin lagi menulis supaya dapat gelar ‘Penulis terbaik minggu ini’. Menyadari ada begitu banyak kekesalan dan kelelahan akibat berusaha untuk dikenal. Atau terkenal.

Karya : Haniska Virginia