dengan Siapa Kita Akan Jatuh Cinta

Haniska Virginia
Karya Haniska Virginia Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 April 2016
dengan Siapa Kita Akan Jatuh Cinta

 

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang menungguiku dengan bosan ketika aku di toko buku. Seseorang yang tetap tersenyum meskipun tengah bosan setengah mati.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang membuatkan ayunan kayu sebagai hadiah ulang tahun. Sebuah ayunan yang cukup untuk diduduki berdua. Dan kita duduk disana, menikmati purnama.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang mengajakku pergi ke laut. Meski kita sama-sama tak suka laut.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang membawaku keluar saat hujan hampir turun. Dan kita menikmati aroma debu di gerimis pertama. Seseorang yang menatapku lekat dan berfikir bahwa ia tak butuh hujan lagi.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang tak membawa satu buket bunga mawar. Seseorang yang lebih memilih satu pot pohon kaktus atau selembar daun maple sebagai hadiah.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang mengajakku berbaring di rerumputan basah pada suatu malam. dan kita berdua saja memandangi langit sambil membaca rasi bintang dengan terbata-bata. Kemudian kita tertawa karena sama-sama tak paham tentang rasi bintang.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang pergi bersamaku ke puluhan kedai kopi—untuk minum kopi— meskipun kita sama-sama tak suka kopi. Dan kita sama-sama menertawai diri sendiri yang berusaha begitu keras untuk menyukai minuman satu itu.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang mengajakku naik kereta di ujung minggu. Seseorang yang membiarkanku duduk di samping jendela. Dan aku memandang keluar jendela—takjub akan teori einstein tentang gerbong kereta—. Dan ia memandangiku lekat-lekat—takjub melihatku yang juga sedang takjub­—.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang mengajakku bermain basket. Seseorang yang bermain tanpa mengalah dan tak membiarkanku kalah. Bersamanya, aku adalah pemenang, ia adalah pemenang, kita berdua adalah pemenang.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang tersenyum tiap kali seorang kurir mengetuk pintu rumahnya. Seseorang yang membuka pintu rumahnya dengan tidak sabar, karena ia tahu pasti surat cintanya sudah datang.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang bersamaku, ia mampu menghabiskan ratusan lembar kertas post-it note. Seseorang yang begitu senang menuliskan kata-kata mulai dari yang penting sampai yang samasekali tidak penting. Dan aku menyukai semuanya—mulai dari yang penting sampai yang samasekali tidak penting—.

  1. Aku ingin;

Jatuh cinta pada seseorang. Yang tanpa ia melakukan ke-11 hal yang aku harapkan itu, aku akan tetap jatuh cinta. Seseorang yang membuatku tak butuh apa-apa lagi untuk jatuh. Dan aku bisa jatuh begitu saja hanya dengan bersamanya.

 

Seseorang bisa meminta apa saja. Dengan menjadikan keinginannya sebagai angan-angan. Lalu pengharapan. Lalu doa. Lalu usaha. Lalu biarkan takdir bekerja sebagaimana ia akan bekerja. Tapi cinta masalah lain. Seseorang bisa memutuskan dengan siapa ia akan jatuh cinta. Tapi kebanyakan hal tidak bekerja dengan sempurna. Kebanyakan orang jatuh cinta dengan seseorang yang menyalahi kriterianya. Barangkali seperti itu cinta bekerja. Kau akan jatuh di tempat yang tak kau sangka-sangka.

  • view 208