di Tempat yang Aku Tak Tahu Persis

Haniska Virginia
Karya Haniska Virginia Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Maret 2016
di Tempat yang Aku Tak Tahu Persis

?

  1. Barangkali beberapa dari kalian akan berada disana. Kau juga. Sebuah tempat. Yang katanya?bukan kataku?syarat akan rindu untuk kembali disambangi. Begitu lengkap dan dirindukan banyak orang. Langitnya masih lebih jingga. Samuderanya masih lebih buas. Pasirnya masih lebih memikat. Banyak, entah kuda dan dokarnya. Atau becak lengkap dengan peluh seorang Bapak. Kalian akan disana. Dan jangan-jangan. Membuatku rindu dan ingin melarikan diri menuju kalian. Suatu saat. Bukan sekarang atau dalam waktu dekat. Jika tempat yang tak persis aku tahu itu mulai membosankan. Lihat saja gerimis yang disoroti lampu jalan. Dan aku mendoakan supaya kalian merasakan pulang, tanpa harus pulang sungguhan.

?

  1. Barangkali beberapa dari kalian akan berada disana. Kau juga. Sebuah tempat. Dimana kau sanggup beralasan untuk tidak menyentuh air. Rinainya masih lebih sering. Dinginnya masih lebih gigil. Hijaunya masih lebih luas. Ada banyak sekali tempat yang bisa didatangi. Ada banyak makanan yang sanggup kalian jejali ke dalam diri sendiri. Dan aku tak ingin rindu. Meski rindu bukan perkara ingin atau tidak ingin. Tapi jika tempat yang aku tak tahu persis itu mulai menyesakkan. Keluarlah sebentar di sela-sela hujan. Rasakan gigil yang selalu kau tolak. Dan aku mendoakan supaya pada jeda antara kantuk, kalian akan merasa nyenyak dalam penantian meski tanpa tidur sungguhan.

?

  1. Barangkali beberapa dari kalian akan berada disana. Kau juga. Sebuah tempat. Dimana batas antara si kaya dan si miskin bagaikan garis yang kau gambar berkali-kali sampai kau bosan. Begitu tegas dan jelas. Juga?katanya?amat keras. Kau akan jengah dan mengutuk banyak hal. Kau akan menemukan anak kecil yang terpaksa atau memaksa untuk membunuh anak kecil dalam dirinya sendiri. Sulit menemukan udara segar yang dapat kau hirup cuma-cuma. Udaranya syarat akan sesak. Anginnya masih enggan. Sekali-kali ia datang, dan semua yang ia lewati seketika runtuh memeluk tanah. Airnya masih lebih menenggelamkan. Dan jika tempat yang aku tak tahu persis itu membuat kalian hampir-hampir menangis. Berlarilah ke tempat yang lebih tinggi pada suatu malam. Tinggi yang sampai engkau dapat melihat kerlip cahaya menyilaukan. Sekaligus menakjubkan. Dan aku berdoa semoga kalian terjaga dalam rasa aman meski tanpa peluk sungguhan.

?

Aku menandai banyak tempat. Yang barangkali sebagian atau seluruhnya dari kalian?dan juga aku, dan juga kau?dapat berada disana pada suatu waktu. Tapi tak ada yang bisa sama dengan rasanya Rumah. Dan tentu saja orang-orang di dalamnya. Aku berdoa semoga nanti?entah kapan. Setelah lewat satu purnama, sepuluh kali purnama, sampai ratusan purnama banyaknya. Ada rumah yang mampu mengungkung kita cukup lama, bersama dalam keadaan utuh. Dan saling melepas rindu yang hampir-hampir penuh.

  • view 133