Ketentuan adalah Milik-Nya

Hani Halimah Khoiriyah
Karya Hani Halimah Khoiriyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Desember 2016
Ketentuan adalah Milik-Nya

Proses menuntunku pada suatu waktu yang tak terduga. Entah tentang menuju pada yang tertuju atau dituju, atau tentang maju atau mundur, atau bahkan tentang berhenti. Dalam beberapa ketetapan yang telah terlalui, sebagai insan biasa, aku memberi penilaian pada Tuhanku bahwa ketetapanNya membuatku dirundung rasa sakit dan mewujudkan suudzhon pada Dia yang begitu Maha Baik.

Tak seberapa lama dari penilaian burukku itu, Tuhanku memberiku sinyal tentang ketetapanNya yang begitu sangat baik untuk perjalananku. Demikianlah Tuhanku memberi jawaban atas ketetapanNya yang begitu indah. Mungkin, jika suatu ketika aku dirundung masalah dan rasa sakit, aku cukup yakin bahwa Dia yang sangat Maha Baik sedang merindukan setiap aduanku, do'aku, tangisanku, cerita-ceritaku, rayuanku padaNya, untuk memohon diberi kekuatan, kesabaran. dan ketentuan terbaik dalam pandanganNya.

Tuhanku adalah Allah. Dia senantiasa memberikan ketentuan yang menurutku begitu jauh dan tak terdeteksi oleh nalarku. 

"Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik, dan apa apa yang menurut kita buruk, belum tentu itu buruk, sesungguhnya Allah Maha mengetahui kan? sedangkan kita tidak"...................... (kalimat yang sering kita dengar).

Terkadang takdir atau nasib yang Dia beri begitu menyesakkan hati mulanya, semua untuk agar aku lebih mendekat kepadaNya.

Biarkan, kehidupan berjalan sesuai dengan ketetapanNya, namun tugas ku tetap untuk mengusahakan dan mensemogakan yang terbaik dalam hidup. Bukan tidak dengan melakukan apa apa, tapi justru melakukan apa apa yang membuat Tuhanku semakin percaya dan menyayangiku.

Apabila Dia sudah berkendak, siapa yang bisa menolak? dan apabila dia sudah mengijinkan, siapa yang bisa menahan? (Prakata ini dalam Lagu Mba Febrianti Almeera).

Ketetapan ini, adalah tentang apapun dalam hidup. 

Maafkan aku Ya Allah, yang masih tak sempurna mencintaiMu, mempercayaiMu, bahwa hidupku akan selalu dalam genggaman dan ketentuan terbaikMu.

Betapapun, tangis atau bahagiaku, setiap episode dalam hidup selama 22 tahun ini, cintaMu begitu besar melebihi semesta, betapa Engkau menyayangiku. Alhamdulillah. Segala Puji BagiMu. 

  • view 205