Hilang

Hani Halimah Khoiriyah
Karya Hani Halimah Khoiriyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Oktober 2016
Hilang

Hilang atau kehilangan.

Aku miliki prinsip hidup, namun prinsip itu sempat hilang.

Prinsip ini ku ibaratkan sebagai sebuah bola (dalam tulisan ini).

Jika salah ku melempar atau menendang, bola itu akan hilang.

Setiap orang tentu memiliki prinsip dalam hidupnya.

Perihal apapun prinsip itu, tentu beragam jika didefinisikan.

Lantas, pertanyaannya adalah apakah prinsip yang hilang karena kesalahan orang lain?, yang dengan tega atau cuma-cuma merampas prinsip hidup seseorang?.

Tentu jawabannya adalah bukan atau tidak.

Prinsip adalah tentang keajegan pribadimu, hatimu, pikiranmu, yang saling terintegrasi menjadi sebuah komitmen dalam diri.

Dimana manifestasi pencapaian prinsip yang diraih adalah bentuk pengaplikasian dari pertahanan dan tekad yang kuat.

hmm kusebut dengan mempertahankan sebuah "bola" (pengibaratan sederhana bagi prinsip dalam bahasaku), "iya, bola kepemilikanmu".

Artinya, bola kepemilikan itu harus selalu menjadi milikmu, kemenanganmu, pertahananmu, fokusmu, tekadmu, usahamu, doamu, untuk selalu mempertahankan kemenangan bola kepemilikanmu.

Bola dapat dengan mudah tergelincir sasaran, jika kau salah menendang atau melemparnya. Jika kau diamkan, tak dipraktekkan? ya bola itu tak ada keberfungsian kan? atau hal lainnya, misalnya Ia bola akan merusak lahan orang atau melukai orang lain, jika kau terlalu keras menendang atau melemparnya pada tempat atau orang atau apapun yang dapat kau rusak, dikarenakan sebuah tendangan keras dan salah sasaran dari bola prinsip kepemilikanmu.

Pun dengan prinsip, jika kita sedikit saja salah pengaplikasian atau bahkan tak ada perlakuan perwujudan, ya demikianlah, negatif dan prinsip itu hilang.

Pun, jika kita melempar atau menendangnya dengan pasti,  hati-hati,  target terbaik, dan jurus andalan, waaah itu menakjubkan pasti hasilnya. Akan tetapi, dalam satu sisi, kita mungkin harus rela membagi bola kepemilikan itu.

Tunggu, maksudnya adalah ibaratkan bola kepemilikan (prinsip) itu sebagai sarana untuk berbagi bagaimana orang-orang dapat belajar dari prinsip hidup kita, cara agar lolos, lulus, dan tembus pada pencapaian prinsip dan kesuksesan hidup.

Kau bantu orang lain yang mengamati bola prinsip kepemilikanmu itu,  belajar bagaimana cara mengiring bola "prinsip", berbagi bola "prinsip" kesuksesan, belajar meraih bola "prinsip" dari keterpurukan cobaan kekalahan.

Karenanya, bola "prinsip" itu mungkin saja sempat hilang dari pelupuk mata dan hatimu. Hani.

Jangan khawatir, raihlah kembali, carilah, ikarena ia telah perlahan kembali. Jangan dibiarkan. Maafkan aku bola, sempat melemparkanmu tanpa hati-hati, hingga kau mungkin hilang dalam beberapa waktu. 

 

HANI HALIMAH KH

Bandung, 25 Oktober 2016

 

 

  • view 173