Fingerprint Analysis

Fingerprint Analysis

Hanifa Nur Rahmadini
Karya Hanifa Nur Rahmadini Kategori Psikologi
dipublikasikan 24 Januari 2016
Fingerprint Analysis

Hal-hal yang hangat dengan psikologi akhir-akhir ini senang sekali berputar-putar di kepalaku. Mulai dari tipe kecerdasan, potensi bakat, kepribadian, dan lain sebagainya. Nampaknya teknologi semakin maju, karena berbagai metode dapat digunakan untuk mendeteksi kepribadian?seseorang. Dulu metode mengerjakan tes yang paling umum digunakan, namun sekarang ada lagi melalui metode tes sidik jari.

Menurutku, metode mengerjakan tes adalah tergantung mood kita saat itu, ketika mood sedang jelek maka ada beberapa soal yang kita jawab dengan ngelantur atau bahkan tidak dijawab. Sehingga hasil tesnya akan ada beberapa yang menyimpang. Bagaimana dengan tes sidik jari? Personally, metode tes ini sangat akurat, karena kita tidak perlu menunggu mood kita baik atau capek-capek mengerjakan soal, hanya dengan menempelkan kesepuluh jari kita di sebuah alat maka akan diketahui kepribadian seperti apa kita sesungguhnya.

Metode ini sangat gencar dikembangkan di Australia, di Indonesia ada lembaga yang berpartner dengan Australia untuk mengembangkannya di Indonesia. Tes sidik jari ini adalah menganalisa pola-pola sidik jari secara genetis untuk mengetahui sifat-sifat dasar, kepribadian, kecerdasan, dan potensi bakat. Karena bersifat genetis maka biasanya bakat. sifat, serta kepribadian menurun dari orangtua dan akan menurun ke anak kita kelak.

Dari pengalaman pribadi, setelah hasil tes sidik jari keluar maka akan disediakan konsultasi dengan analisnya sebenarnya seperti apa kita, sekolah apa yang cocok dengan minat dan bakat kita, serta pekerjaan apa yang sesuai dengan potensi dalam diri kita. Biasanya dengan sidik jari ini kita dapat mengetahui bakat natural apa yang kita miliki sehingga kita dapat mengembangkan secara maksimal.

Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari tes sidik jari. Antara lain:

1. Sebagai Anak

  • Mengidentifikasi karakteristik dan gaya belajarnya
  • Mengidentifikasi talenta (dan kelemahan) bawaaanya
  • Merancang model pembelajaran khusus untuknya
  • Mengurangi biaya dan waktu percuma untuk program khusus
  • Membangun rasa percaya diri anak
  • Meningkatkan kualitas hubungan antar orang tua dan anak
  • Memberikan masa kanak-kanak yang bahagia


2. Sebagai Orangtua

  • Dapat membimbing belajar sang anak dan memilih kurikulum belajar yang lebih baik berdasarkan pemahaman keunikan talenta genetik sang anak dan juga gaya belajar ideal yang dia punya
  • Mengetahui potensi anak dalam hal kekuatan dan kelemahan terbesarnya
  • Orang tua bisa membantu sang anak menajamkan keterampilan dan bakat khususnya yang dimilikinya, menguatkan jalinan sinapsis yang ada di otak sang anak
  • Menghindari adanya potensi ketimpangan kompetensi yang jauh antara potensi yang kuat dan yang lemah yakni di kala satu kompetensi berada dalam jeda amat jauh dengan yang lain
  • Mengembangkan sirkuit neurologis anak agar dapat berkembang secara sempurna sejak dini

(sumber:?http://www.mutiararahmah.info/par/analisissidikjari.htm)

?
Berbagai hasil dari tes ini dapat diuraikan sebagai berikut:
?
1. Tipe Kecerdasan
2. Karakteristik Kepribadian
3. Respon Tindakan
4. Respon Berfikir
5. Proses Bernalar
6. Dominasi Kerja Otak
7. Cara Berfikir
8. Potensi Bakat
9. Respon Pergaulan
10. Gaya Belajar
?
(sumber: Visioner Quantum, Fingerprint Analysis)
?
Nah, bagaimana? Ingin mengetahui potensi diri? Silahkan mencoba tes sidik jari!?
?
?
?
Pondok Betung, 8 Januari 2016

  • view 210