Revolusi Mental “Mickey” sang Tikus

handry tm
Karya handry tm Kategori Inspiratif
dipublikasikan 14 Oktober 2017
Revolusi Mental  “Mickey” sang Tikus

Oleh Handry TM

Seorang majikan yang cerdik tidak bisa ditinggal pergi anak buahnya begitu saja. Ia sangat paham dan bisa mengerjakan sendiri perintah-perintah yang  sebelumnya dimandatkan bawahannya. Majikan yang cerdik dan tekun itu adalah Walt Disney.

 

MENYEBUT Walt Disney, jangan hanya mengingat penghasilan tahunannya yang mencapai 35 miliar dolar Amerika. Jangan pula hanya mengenang raupan award betuntun dari tahun 1932 hingga 1969 yang mencapai 26 penghargaan. Di antaranya, Best Short Subject, Cartoons untuk Flowers and Trees (1932), Lend a Paw (1941) dan Best Documentary, Features untuk The Vanishing Prairie (1954).  

Walter Elias Disney lahir dan meninggal pada bulan Desember, tepatnya lahir tanggal 5 Desember 1901 di Illinois, Amerika Serikat dan meninggal 15 Desember 1966 di Burbank, California. Mencatat keberhasilan luar biasa di kancah industri film animasi di abad 20. Jika bersama saudaranya, Roy O Disney, mencapai kegemilangan ini, tidak lebih karena keduanya tekun berhitung, dan cermat  beride.

Memulai dari bawah sebagai kreator , Disney benar-benar menghayati perannya sebagai seniman maupun industrialis sejati. Momentum ia dapatkan ketika baru saja kehilangan momentum, dimana film Oswald yang semula menjadi hak miliknya lepas di tangan. Dalam permenungannya, ia sempat mengingat dan mengamati seekor tikus piaraannya semasa masih bekerja di Kansas City Studio.  Berhari-hari ia mencoba menggambar kembali karakter seekor tikus yang cerdik, pantang menyerah namun setia terhadap pasangannya.

Disney melukis sketsa tentang si tikus Mickey sampai akhirnya menemukan karakter yang agak komplet. Untuk  meyakinkan bahwa yang ia cipta serupa dirinya, Disney mengisi suara sendiri tokoh Mickey si tikus ciptaannya. Proyek itu bukan andilnya semata, awalnya si tikus itu diberinya nama Mortimer, dan oleh Lilian Disney (saudaranya) diubah menjadi Mickey.

Orang-orang di Disneyland menyebut, para pekerja di bawah Mickey adalah penggarap material yang sangat cermat. Sementara Disney selalu memberi sentuhan jiwa di tahap akhir. Ia tidak saja seorang sutradara dan produser, namun juga “peniup nyawa” bagi tokoh yang dimunculkannya.

 

Mickey Mouse

Sedemikian dekatnya hubungan antara tokoh Mickey Mouse (Miki si Tikus) dan Walt Disney, pada tahun 1928, sampai-sampai ada sebutan “kemesraan tak terbatas (infinity)” di antara keduanya. Walter Elies Disney menganalogikan dirinya sebagai tikus yang ia tokohkan di filmnya. Bermalam-malam setelah mengamati gambar yang hendak diluncurkan, keesokan harinya ia selalu mencari  Ub Iwerks, sang kolega kerja untuk bertanya, “Apanya yang salah di tokoh Mickey?”

Keduanya benar-benar memasukkan jiwa sang tikus sesuai imajinasi dan kekuatan karakternya. Ub selalu tertawa ketika menangkap gagasan di luar batas penalaran manusia, dan Ub menganulir alur itu dengan kata-kata,”Yang ini pasti salah,” katanya. Lantas Disney memrotes keras, “Di mana letak kesalahannya?” Ub Iwekers pun dengan gesit menjawab, “Ini sudah sangat manusia, sudah bukan lagi Mickey si tikus binatang.”

Tidak jarang mereka memperdebatkan adagium, “Secerdik-cerdik binatang, pasti harus kalah cerdik dari manusia.” Tokoh Mickey Mouse yang selalu kita nikmati di film-film animasi buatan Walt Disney selalu memunculkan tawa, namun tidak boleh memberi pencerahan sedalam kata-kata alim-ulama. Kita akan mendapat pelajaran berharga, bahwa seekor tikus jantan Mickey sedang menyangi Minnie, kekasihnya. Lidahnya menjilat dengan cipratan air liur hingga ke muka, karena ia sedang mencumbu dan menyatakan sayangnya. Namun mereka bukan sepasang kekasih yang syahdu dan mengharu-biru seperti manusia.

Referensi detail secara psikologis tersebut, menjadikan Mickey dan Minnie Mouse sebagai tikus antropomorfis yang berkarakter kuat. Penampilannya keren dengan baju putih, celana pendek merah, sarung tangan putih dan sepatu kuning. Celah dunia menjadi heboh karena kehadirannya.

Mickey pun mengalami perjalanan panjang dalam debut filmnya. Sebelum tampil di lebih 130 film, terlebih dahulu harus memulai debutnya di film pendek berjudul Steamboath Willie di tahun 1928. Itulah film animasi pertama yang sudah menyuarakan dialog. Sebelumnya film animasi hanya menawarkan ekspresi gerak dan tingkah musiknya.

Memasuki tahun 1930, “revolusi mental” benar-benar terjadi. Tidak saja dikenal di film kartun, Mickey sudah dicetak ke dalam buku, majalah dan merchandise. Keberhasilan Mickey sebagai tokoh tengil dan pelari di celah-celah lubang serta kolong perabot rumah, lambat - laun digiring para pendirinya sebagai hero baru. Mickey tidak saja menjadi kekasih yang baik bagi Minnie, namun juga tuan yang melindungi Pluto sang anjing. Awas, di seberang sana masih ada ancaman berbahaya, Pete masih musuh besar baginya. Meski Donald Duck dan Gufi tetap  bersahabat padanya.

Setelah hampir 90 tahun sejak kelahirannya, Mickey tetaplah si tikus kecil yang lucu, menghibur dan memberikan kebahagiaan. Walt Disney sendiri kurang bahagia di akhir hidupnya, ia meninggal dalam usia 65 tahun karena kanker paru-paru. Pagi hari pukul 09.30, pada 15 Desember 1966, ia menghembuskan nafas terakhir setelah 15 hari sebelumnya terjatuh di

 

  • Penulis adalah pengelola Ezzpro Media.

 

Quotes  

Tokoh Mickey pun mengalami perjalanan panjang dalam debut filmnya. Sebelum tampil di lebih 130 film, terlebih dahulu ia memulai debutnya di film pendek berjudul Steamboath Willie di tahun 1928.

 

 

 

 

 

  • view 46