Arti Laut bagi Hemingway

handry tm
Karya handry tm Kategori Inspiratif
dipublikasikan 05 September 2017
Arti Laut bagi Hemingway

Esai Handry TM 

ITULAH  yang ditafsir para kritikus sastra, bahwa Ernest Hemingway pernah mewakilkan cara pandangnya terhadap tokoh Santiago di novel Lelaki Tua dan Laut (The Old Man and the Sea) karyanya.

            Tokoh Santiago menjadi sangat terkenal karena dinilai mewakili spirit generasi yang hampir hilang, individu yang sudah usang dan renta. Secara fisik Santiago tak lebih dari seorang lelaki sangat tua, yang hasrat hidupnya melampaui kekuatan fisiknya. Ia ingin menaklukkan laut, hendak menangkap banyak ikan sebagaimana muda dulu.

            Di Teluk Meksiko itulah kesabaran Santiago diuji. Ia yang berburu ikan bersama seorang anak muda bernama Manolin, tak kunjung menemu. Pada hari ke delapanpuluh empat ia mempersilakan Manolin meninggalkannya, dan ikut bersama nelayan lain yang tidak sesial dirinya. Santiago tetap berkeinginan, berburu ikan seorang diri dengan kapal kecilnya. Setengah nyata dan setengah berimajinasi, Pak Tua Santiago membayangkan kelak akan mendapatkan ikan Marlin sebagaimana yang diangankan.

            Novel ini termasuk karya fiksi klasik legendaries yang pernah dilahirkan Amerika Serikat. Hemingway adalah penulis berlatarbelakang jurnalisme, ia menulis novel itu di Kuba pada tahun 1951 kemudian terbit setahun sesudahnya. Di deret tahun yang sama, tepatnya pada tahun 1953, The Oldman and the Sea memperoleh penghargaan Pulitzer untuk kategori fiksi. Tahun 1954 sang novelis mendapat anugerah Nobel Sastra sehubungan dengan kemahirannya dalam seni narasi yang ditunjukkan pada novel The Old Man and the Sea. Tahun yang sama American Academy of Letters menganugerahkan Award of Merit Medal bagi novel tersebut.

            Tokoh Santiago tidak kalah terkenal dari judul novelnya. Cara pengarang memberi nyawa terhadap karakter lelaki tua itu sungguh luar biasa. Apa lagi ketika Hemingway menggambarkan bagaimana Pak Tua ini dengan sabar menunggu pemunculan ikan Marlin pada hari ke delapanpuluh lima. Batas nyata dan imaji menjadi baur ketika ikan Marlin dimunculkan pengarangnya dalam performa raksasa, berukuran lebih besar dari kapal yang ia bawa.

            Ikan itu berhasil ditangkap, dan Santiago membunuhnya dengan besi tajam. Karena ukurannya yang besar, setengah badan ikan Marlin terjuntai ke laut, sementara kepalanya terlilit di tubuh kapalnya. Capaian ikan Marlin sebenarnya nyawa novel tersebut. Meski ketika sampai di tepi pantai, Santiago hanya bisa membawa kerangka dan kepala saja, karena sepertiga dari badan ikan Marlin telah disantap ikan-ikan Hiu yang mengelilingi kapal tersebut.

 

Batas Laut

            Ernest Hemingway sudah terlanjur masyhur sebagai seorang novelis kelas dunia. Lahir pada 2 Juli 1899 di Oak Park, Illinois, Amerika Serikat. Karya-karyanya selain novel The Old Man and the Sea, antara lain cerita pendek berjudul Soldier's Home, The Killers, Indian Camp, dan lain-lain.

            Di setiap perjalanannya, Hemingway selalu mencatat dan menuangkannya dalam sebuah karya. Menikah empat kali dengan para perempuan yang luar biasa, baginya para istri merupakan bahan tulisan yang tiada ternilai. Apa yang ada di benak Hemingway ketika menciptakan tokoh Santiago dengan laut yang mereseprentasikan kesunyian dan ketiadabatasan garis antara hidup dan mati?

            Bagaimana mungkin Majalah Life edisi 1 September 1952 berhasil menjual 5,3 juta copy hanya dalam hitungan dua hari sejak dicetak, gara-gara memuat novel The OId Man and the Sea?

            Sang pengarang pernah berujar, baginya segala yang ia tulis adalah nyata. Ia tidak pernah mencipta rekaan yang sama sekali tidak pernah dilihat dan dialaminya. Tentang ikan Marlin yang berukuran raksaasa dan puluhan Hiu yang mengelilingi kapal kecilnya, Hemingway mendapatkan model itu dari yang pernah ada.

            Laut memiliki banyak cerita, termasuk bagaimana kematian dijemput di garis batas antara langit dan laut. Di sinilah biota berjuta ikan hidup sejahtera, sementara manusia dari daratan membantainya. Tentang mitologi kesengsaraan ikan di laut, empatratus tahun sebelum Hemingway lahir, William Shakespeare pernah menulis, “Ikan hidup di laut, seperti juga manusia yang tinggal di tanah. Yang kuat akan memakan yang lemah, yang besar hendak memangsa yang kecil.”

            Sebesar apa pun ikan Marlin atas ukuran tinggi manusia, oleh sang pengarang abad XV itu tetap diannggap bernyali kecil. Buktinya manusia lebih punya kedaulatan daripada ikan besar yang tidak saling  berintegritas. Manusia memiliki siasat dan cara pandang, yang positif disebut akal, yang negatif dijuluki tak bermoral. Hewan-hewan di laut hanya mempertahankan diri, tidak punya ambisi berekspansi.

            Apa yang Ernest Hemingway tulis tentang kisah laut dan manusia, hanya mencatatkan betapa keduanya mampu berinteraksi penuh harmoni. “The world is a fine place and worth the fighting for…  dan saya sangat sedih saat meninggalkannya.”

            Namun Tuhan memanggilnya pada 2 Juli 1961 di Ketchum, Idaho, Amerika. Ia meninggal dunia setelah mengalami percobaan bunuh diri yang kedua. Ditengarai keluarga besar Hemingway mengidap hemokromatosis dari garis keturunan ayah. Yakni kondisi di mana 

 konsentrasi zat besi  pada darah sangat berlebihan, sehingga mengakibatkan kerusakan pada pankreas penyebab depresi dalam serebrum. Selain Hemingway, sang ayah, dua saudara dan seorang cucunya menempuh jalan kematian yang sama.

 

  • Penulis adalah pengelola Ezzpro Media.

 

 

Quotes

“Ikan hidup di laut, seperti juga manusia yang tinggal di tanah. Yang kuat memakan yang lemah, yang besar memangsa yang kecil.”

  • William Shakespeare

 

                                                                                      

  • view 57