Teh Tarik Negeri Sabah

handry tm
Karya handry tm Kategori Inspiratif
dipublikasikan 08 April 2017
Teh Tarik Negeri Sabah

Oleh: Handry TM

HANYA ini oleh-oleh saya selama empat hari di Negeri Sabah, Malaysia. Negeri yang masih menyatu dengan Pulau Kalimantan bagian utara itu,  untuk mencapai ke sana harus terlebih melewati Kuala Lumpur.

            Saya mengangankan, kapan menikmati teh tarik Negeri Sabah yang sangat terkenal itu. Air teh dengan aroma susu, yang ketika disuguhkan tidak dalam suhu sangat panas, karena telah “ditarik” di antara dua cangkir agar mendingin. Gerakan itu memuncullah buih, kemudian unsur-unsur rasa di dalamnya akan menyatu.

            Teh tarik sangat popular tidak hanya di Malaysia, namun juga di Singapura dan Indonesia. Di negeri kita, Riau dan Aceh sangat mentradisi, dimana tidak hanya kopi yang nikmat dicampur susu, aroma teh serbuk pun tak kalah lezat jika ditabrakkan dengan unsur itu. Di tengah-tengah menikmatinya, pasti ada romantisme, terutama bagaimana cara kita bergaul dengan orang daerah luar. Juga saat berbincang dan mempergunjingkan isu politik di kiri-kanan. Semua itu tak akan berbuih-buih tanpa menyeruput teh tarik yang beraroma khas tersebut.

            Di lobi hotel berbintang tiga di Jalan Belia Kota Kinabalu, perbincangan tentang kebudayaan, seni dan sastra di Asia Tenggara sedang mengemuka. Para sastrawan Asia Tenggara yang esok harinya akan bertemu, sudah merujukkan perdebatan apa yang akan terjadi kemudian. Perbincangan keterkaitan antara peran sastra di dalam situasi sosial di kawasan Asia Tenggara. Para sastrawan, beberapa di antaranya Sastrawan Negara (penulis sastra yang karena karyanya diangkat oleh kerajaan sebagai sastrawan resmi Malaysia), yang meresahkan keterkucilan puisi, cerita pendek dan esai budaya di tengah-tengah kehidupan nyata.

            Tentu kegelisahan itu sedikit terselamatkan dengan kehadiran teh tarik di atas meja. Orang-orang Negeri Sabah sangat berbahagia jika bisa mengajak minum teh tarik para tamunya dalam suasana yang juga berbahagia. Mereka pun menyebut sejumlah teh yang sudah terkemas di gerai-gerai belanja.

            Tidak mau kecolongan. haari berikutnya saya menemukan Boh Tarik dalam bentuk tea dust (serbuk teh) di minimarket tak jauh dari tempat menginap. Nama minimartket itu 99 Speedmart, jualannya komplet dan laris manis. Sebenarnya peristiwa ini biasa saja, namun menjadi luar biasa ketika sepanjang tinggal di kota ini, teh tarik menjadi tema sentral bagi orang-orang Indonesia. Mereka membandingkannya kebiasaan produk yang sama di  daerah masing-masing dengan imbuhan camilan roti telor dan nasi lemak, roti canai, roti telur, atau roti tempayan.

 

Diplomasi Pergaulan

            Memperbincangkan minuman yang sedang kita nikmati, tidak akan terasa nikmat tanpa mengetahui kisah masa lalunya. Di Malaysia, teh tarik memiliki masa lalu yang memikat. Tradisi “menarik” air teh ini dirintis oleh para ibu keturunan India muslim di Malaysia dan Singapura. Tidak hanya mencampur rasa, antara serbuk teh dengan susu, mereka juga memperjuangkan agar menu ini diakui sebagai minuman nasional dan mendunia.

            Para penjaja teh tarik ini rata-rata orang Malaysia keturunan India. Mereka melatih para pekerjanya agar pintar meramu menu minuman itu sesuai dengan rasa aslinya. Serbuk teh bisa didapat di banyak tempat. Setelah disedu dengan air panas, air teh ini mengalami proses “tarik” yang unik dan atraktif. Dua cangkir, masing-masing berisi air teh dan susu, saling dilempar dan ditangkap satu sama lain. 

            Rasa bercampur buih melebur, konon inilah yang memunculkan rasa pahit dan manis dari keduanya. Unsur buih jangan dilupakan, karena di sanalah ditemukan rasa sedap yang tidak ditemui dari buih soda. Jika semula air penyedu teh bersuhu sangat panas, proses tarik mampu mendinginkan perlahan. Boleh juga diminum dengan es, karena  mereka sangat pintar mempertahankan agar rasa dingin tidak mematikan.

            Seperti juga di Indonesia, aroma minuman ini mampu meredakan hawa panas pikiran dan perasaan. Pertikaian apapun, semoga bisa lumer bersamaan saat kita menengguk minuman ini dengan hati penuh persaudaraan. Segala perbincangan mengenai rencana bersama, semakin mendapatkan tempatnya di tengah kepul asap teh susu yang sangat terkenal.

            Bukankah minum apapun bisa mengantar suasana nyaman dalam berbincang? Menurut saya belum tentu, karena masing-masing daerah mempunyai minuman jagoan yang tidak bisa diganti oleh yang lain. Di Sabah, negeri berpenduduk 3,5 juta jiwa ini semakin terlihat warna-warninya di malam hari. Perbincangan kehidupan bisa dilakukan di tepi pantai sembari menikmati ikan bakar dari tangkapan di Pasar Phiipina, di Tun Fuad Stephens Road. Atau menikmati lalu-lalangnya mobil bersilangan di mal-mal megah KK Plaza, Wisma Merdeka atau Wisma Sabah.

            Sebagaimana filosofi kopi, teh tarik pun memiliki ceritanya sendiri. Yang pasti, diplomasi Negeri Sabah dengan teh tariknya mampu menarik para sastrawan Nusantara dari berbagai negara. Mereka berkumpul di sana secara bergantian, dengan tema bahasan yang berbeda-beda. Apa lagi Negeri Sabah tahun depan bertekad untuk menyelenggarakan Temu Sastra Dunia. Maka, semakin bertaburan nama-nama besarlah kelak di Sabah.

 

  • Penulis adalah pengelola Ezzpro Media.

 

Quotes 

 Aroma minuman ini mampu meredakan hawa panas pikiran dan perasaan. Pertikaian apapun, semoga bisa lumer bersamaan saat kita menengguk teh tarik dengan hati penuh persaudaraan.

 

  • view 113