Kematian Hanya Tidur Panjang

handry tm
Karya handry tm Kategori Inspiratif
dipublikasikan 18 Februari 2017
Kematian Hanya Tidur Panjang

Oleh:Handry TM

 KISAH tragis Versace seperti meramalkan dirinya sendiri ketika ia memilih logo perusahaannya dengan Medusa. Kisah Medusa sungguh tragis dan liar. Ia seorang perempuan Yunani yang dikutuk Dewi Athena menjadi raksasa berambut ular karena kesalahannya. Medusa melakukan kesalahan besar karena merelakan dirinya dirayu Poseidon di kuil Dewi Aphrodite.

            Apa sebab laki-laki kelahiran Reggio, Calabria, Italia tahun 1946 itu memilih tokoh tidak protagonis tersebut sebagai simbol rancangannya? Pengamat fashion dunia menafsirkan, bahwa itu merupakan ekspresi keliaran Versace yang tidak mau mainstream. Sebagai perancang dunia, Versace memilih kisah keberhasilannya tidak jauh dari Ibunya. Di kampung halaman, sejak kecil ia belajar merancang dari sang Ibu.

            Kematian yang ditangisi banyak orang itu menunjukkan, betapa laki-laki bermata biru dengan tatapan mata tajam tersebut karyanya sudah dinanti dunia. Selepas kematian yang tragis itu, Versdace dikenang sebagai seorang perancang yang menjelajah. Desainnya yang mewah dan berani,ditafsirkan  seiring dengan sifat Medusa yang memberontak. Teknik paling terkenal dari rancangannya adalah cutting-edge. Teknik itu memadukan bahan aluminium dengan material kulit dan karet.

            Kematian hanya tidur panjang. Karena sebagaimana kata Plato, jiwa itu selalu abadi sekalipun raga sudah rusak terkubur sepi. Karya-karya Versace selalu menjelajah, perusahaan fashion ternama itu pun dilanjutkan oleh  Donatella Versace, sang adik, dan Santo Versace sang kakak, yang kemudian menjadi CEO.

            Perusahaan itu terus berjalan, keuntungan beranak-pinak, sembari mengenangkan jasa-jasa Gianni Versace dengan maha karya rancangannya. Ambil misal koleksi haute couture di tahun 1989 dan clothing lines, yakni Versus dan Instante, pada tahun berikutnya. Karya-karya tersebut menjadi lempar peluru yang berikut, bahwa ia adalah perancang busana para selebrirtas di Hollywood maupun belahan dunia yang lain.

            Kematian memang tidak sekadar menciptakan airmata, di sisi yang berbeda juga melahirkan decak kagum dan ketidakpercayaan, betapa tega Tuhan “mengambil” seseorang yang sedang dibutuhkan. Jika mati hanyalah tidur panjang, berarti ia tidak benar-benar sudah berpulang. Soul Versace masih bergentayangan di bumi yang ia tinggalkan. Orang-orang terlatih yang belajar dari Versace kini berhasil merancang karya jauh lebih sempurna.

Bermula dari 1978

            Tahun 1978 Gianni Versace membangun butik pertama di Via della Spiga Milan. Siapa menyangka kita akan mengenalnya sebagai rumah mode dunia. Benang merah yang kita tangkap adalah, sosok yang satu ini membesarkan bisnis dengan garis Ibu. Ia tidak belajar dari sekolah fashion yang mahal, melainkan melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana seorang perempuan takzim memberikan contoh bagi anak-anaknya.

            Mungkin sang Ibu tidak memberi teori-teori besar, melainkan bagaimana seorang perancang harus bertanggung-jawab dengan apa yang digagasnya. Dalam setiap pembelajaran senantiasa muncul proses penyaringan dan perombakan. Semangat seorang ibu ditangkap menjadi semangat besar untuk terus menjelajah.

            Sebuah unggahan The New York Times memuat tulisan seorang penulis fashion dari Vogue, yang memuji cara Versace bekerja. Perancang itu di masa hidupnya selalu mempelajari dan membaca sebelum ia melakukan sesuatu. Ketika dirinya harus merancang pesanan Naomi Campbell atau Madonna, ia tidak serta-merta memaksakan ide di karya tersebut. Terlebih dahulu Gianni Versace melakukan wawancara, membaca jiwa sang pemesan. Baru kemudian melakukan eksekusi terhadap gagasan yang ditabrakkan bersama.

            Sejak tahun 1978, Versace berusaha keras untuk berjuang. Ia meninggalkan Calabria menuju Milan, tidak lain karena membaca atmosfer keberhasilan. Akan menjadi besar jika gagasan itu dihijrahkan ke kota pusat mode tersebut. Benar juga, ia mendapat keberhasilan luar biasa, hingga akhirnya terbang ke Amerika untuk “menyantolkan” brand tersebut  hingga menginternasional.

            Pelajaran yang kita petik dari kisah sukses ini, cita-cita tak pernah berhutang terhadap orang yang sudah berpulang. Jika cita-cita diwariskan oleh orang-orang yang dipersiapkan, akan terus diwujudkan. Ide selalu menyegarkan dirinya sendiri, meski raga sudah tak berfungsi. Sebagaimana karya-karya sepanjang masa yang terus hidup di generasi berikut, Versace masih terus berkarya dengan warisan idenya.

  • Penulis adalah pengelola Ezzpro Media.

 

Quotes

Ia tidak belajar dari sekolah fashion yang mahal, melainkan melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana seorang perempuan takzim memberikan contoh bagi anak-anaknya.

 

 

 

 

 

  • view 247