“Romance de Amor” adalah Derma

handry tm
Karya handry tm Kategori Inspiratif
dipublikasikan 14 Januari 2017
 “Romance de Amor” adalah Derma

Oleh: Handry TM

 

JEUX Interdits (Dilarang Bermain) karya sutradara Perancis René Clément (18 March 1913-17 March 1996) adalah film yang paling popular menggunakan Romance de Amor sebagai sound track-nya. Film produksi tahun 1952 itu diangkat dari novel karya François Boyer dan dibesut kembali dalam sebuah skenario jadi oleh dua penulis handal, Pierre Bost dan Aurenche. Selain itu, banyak film lain yang memasukkan Romance de Amor sebagai theme song, salah satunya adalah serial TV 26 seriersi Korea,  Endless Love (Autumn  in My Heart) yang pernah popular di Indonesia.

Di luar itu, Romance de Amor sering ditampilkan dalam konser-konser musik klasik, ensamble gitar dan menjadi pengiring pentas pembacaan puisi serta berbagai lakon drama. Kini tak seorang pun tahu, siapa sebenarnya penulis pertama musik romantik itu. Kecuali disebutkan, nuansa petikan gitarnya tajam ke a la Spanyol.

Tafsir tentang reportoar gitar klasik itu tidak sesederhana yang kita dengar. Ada yang menyebut  Romance Anónimo  (Anonymous Romance).  Versi Spanyolnya dikenal dengan Romance de España, versi Perancisnya berjudul Romance d'Amour. Masih banyak tafsir lain yang menyikapi lagu instrimentalia ini sebagai musik sunyi yang paling romantis di dunia.

Di film Jeux Interdits, musik tersebut mengiringi adegan-adegan pilu dalam format film hitam putih. Kejadiannya tahun 1940, saat terjadi eksodus besar-besaran karena pertikaian politik yang kuat di Perancis. Tokoh sentral, Paulette (5 tahun) yang kehilangan orangtuanya bertemu dengan Michael (10 tahun) di hutan. Masa yang represif, bahkan kedua bocah itu tidak berani memeluk anjingnya yang sakit di depan umum.

Film Endless Love (Autumn in My Heart) berikisah tentang cinta segi tiga yang sangat mengharukan. Dibintangi oleh aktor aktris Korea, masing-masing Song Seung-heon, Sog Hye-kyo dan Won Bin. Meski kedua film lahir dan ditarik ke genre yang berbeda, kehadiran Romance de Amor sebagai musik pengiring sungguh mengiris-iris hati. Musik itu mampu membawa penontonnya pada suasana haru dan senyap.

Mengapa karya musik setenar itu sama sekali tidak diketahui penggagasnya? Ini sebuah pembelajaran, bahwa pengakuan tidak selalu dibawa serta pada nama. Banyak sakwasangka yang menyertainya. Pertama, sang pencipta takut jika karya besarnya kelak akan membawa kesulitan dalam urusan pembayaran pajak royalti. Yang kedua adalah, merupakan hukum industri, banyak parapihak membantu agar Romance De Amor menjadi karya massal dengan tidak harus menyertakan hak cipta yang kelak merepotkan.

Nomor musik ini untuk ukuran karya klasik sebenarnya tidak terlalu berat. Bisa diterima sebagai karya musik hiburan, namun memiliki tatanan yang tidak pula sederhana. Oleh banyak analis, karya ini sering dihubung-hubungkan dengan nama Antonio Rubira, Vicente Gomez, Miguel llobet, dan  Francisco Tarrega. Bahkan ketika gitaris Narciso Yepes memainkannya dengan penuh gairah pada film karya René Clément di atas, Romance de Amor menggelora secara dunia.

 

Derma

            Siapapun penulisnya, menjadi tidak penting ketika banyak orang merasa memiliki, dan dengan bebas memainkan dengan penuh nyali. Narciso Yepes pernah meyakini, bahwa apa yang ia mainkan dalam film Jeux Interdits  adalah karya Antonio Rubira. Musik instrumentalia itu mengantar perasaan seseorang yang sedang dilanda “lara.” Seolah-olah pendengarnya sedang berada di atas awan, seorang diri dan sedang mencari.

            Romance de Amor menjadi derma bagi penciptanya. Mencantumkan nama adalah kejujuran dan pertanggungjawaban. Namun ketika reportoar ini semakin ditelan zaman dan sempurna, pertanggungjawaban seperti apa lagikah yang harus dituntutkan? Karya yang buruk bisa saja terus dicari penciptanya. Namun karya yang mendekati sempurna, apakah harus dicari siapa pembuat “gara-gara” keberadaannya?

            Dalam sebuah karya seni, kasus semacam ini bukanlah teror kebudayaan. Bukan pula penimbun sampah kesenian. Lihat bagaimana eloknya lagu yang terdiri atas tiga bagian (Ternary Form) ini mudah ditampilkan, bahkan oleh seorang bocah yang sedang belajar gitar klasik sekalipun? Lihat pula bagaimana Rhee Yeu Seuk Guitar Orchestra memecahnya menjadi bagian-bagian terpisah, yang muaranya terpadu begitu indah.

            Romance de Amor saya rasa menjadi salah satu keajaiban karya yang sampai kini mengalirkan berkah. Jutaan orang seperti diantar ke alam imajinasi yang indah, ribuan orang menitikkan airmata mengenang sebuah perpisahan, bersamaan didengarnya lagu ini. Musik yang agung di mata para pecinta, dimana bisikan malaikat terdesau di dalamnya. Ada kegetiran yang disampaikan, ada kemuliaan yang dihembuskan.

            Siapa pun boleh mengisi syair di sela-selanya, namun pikiran pasti melayang ke perasaan yang terlunta-lunta. Benarkah kita sedang menikmati ironisme? Siapa pun boleh menganalisa, bahkan ketika kini Anda tiba-tiba ingin segera memutarnya, bukan salah siapa pun kalau menitikkan air mata.

            Sungguh luar biasa orang-orang yang paham benar dari mana karya ini berasal, karena hingga sekarang merahasiakan atau sepakat untuk tidak menceritakan, bagaimana lagu ini tercipta. Namun segala yang terwujud pasti ada maunya, tidak mungkin sia-sia. Jadi, tinggal kita tunggu saja, bagaimana yang seharusnya.

            Tidak habis akal kita memaknai nomor indah ini, meski dengan cara takzim dan meraba-raba

 

 

 

  • Penulis adalah pengelola Ezzpro Media
  • (Dimuat di Koran Wawasan, 7 Januari 2017

 

 

Quotes: 

Jutaan orang seperti diantar ke alam imajinasi yang indah, ribuan orang menitikkan airmata mengenang sebuah perpisahan , bersamaan didengarnya lagu ini …

 

 

  • view 198