Kau Aku dan Sepucuk Angpau Merah

Hana Najiyya
Karya Hana Najiyya Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 16 Maret 2016
Kau Aku dan Sepucuk Angpau Merah

Kadang, memang kita harus melepaskan,?

Bagaimanapun jalannya, jika itu cinta sejati kita, ia akan kembali,

dengan jalan yang tidak biasa. Mengagumkan.

.

Pemuda terbaik di tepian sungai Kapuas, Borno. Ia harus jatuh cinta kepada Mei, seorang gadis China.?

Bertemu untuk pertama kali, di atas sepit-pekerjaan Borno. Borno, pemuda ini menyukai Mei sejak itu. Ia bahkan menjadi bulan-bulanan teman terbaiknya-Andi, karena memang baru pertama kali Borno bercerita tentang seorang wanita.

Borno, pemuda tangguh di sepanjang tepian Kapuas, ia rela menanggung malu ketika ia harus ketahuan berjalan bersama Mei. Borno, yang juga seorang pengemudi sepit, rela untuk berlama - lama, bercepat - cepat, agar Mei dapat naik ke sepit birunya. Borno, pemuda yang tak kenal menyerah, rela untuk pergi ke tempat di mana Mei mengajar, bertemu dengan satpam yang lumayan galak, bertemu kepala sekolah yang akhirnya mengatakan bahwa tugas magang Me telah berakhir. Itu artinya, Mei telah pergi.

Pak Tua, ia adalah seorang ayah bagi Borno, meski bukan ayah kandungnya. Borno, diminta Pak Tua agar menemaninya pergi ke sebuah kota, di mana itu juga tempat Mei pergi.?

Takdir, yang selalu mempertemukan, karena jika ia cinta sejati kita, selalu ada kebetulan - kebetulan baik yang datang. Borno, bertemu dengan Mei di sana-tempat di mana Pak Tua dan Borno pergi. Bercengkrama, berjalan mengelilingi kota. Hingga bertemu dengan sepasang kekasih, yang membuat Mei menangis melihatnya.?

Suatu saat, Mei memang harus benar - benar pergi. Bahkan, ia meminta agar Borno tidak menemuinya lagi, dan mengambil kesempatan baru. Borno, pemuda tangguh di sepanjang tepian Kapuas tidak lantas menghentikan diri untuk mengejar Mei. Karena ia butuh penjelasan. Maka lewat angpau merah itulah, semua dijelaskan.

Dan lagi, Cinta sejati akan datang bersama kebetulan - kebetulan (yang kadang tidak) menyenangkan.

Buku ini mengajarkan kita bagaimana kita bersikap dalam mengartikan cinta, dengan adanya sosok Pak Tua yang bijak. Bagaimana kita mengerti, teman terbaik. Tentang kesempatan. Di kemas dengan latar kota Pontianak, sungai Kapuas. Ia apik dengan sendirinya.

*Meski tahun ini buku Kau Aku dan Sepucuk Angpau Merah sudah masuk cetakan kedua belas, belum ada kata terlambat untuk membaca buku ini, dan mengerti hakikat cinta.?

?

  • view 172