Golongan darah

H. Farida Th.
Karya H. Farida Th. Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Maret 2016
Golongan darah

Bertahun-tahun aku mempercayai aku bergolongan darah A berdasarkan hasil percobaan sederhana. Apalagi kedua orangtua dan kakak-kakakku juga memiliki golongan darah A. Tak ada keinginan tuk menguji darahku dilaboratorium oleh ahlinya. Keyakinan akan golongan darah yang sama dalam keluarga tak tergoyahkan.

Seringkali ku dengar komentar orang-orang tentang aku yang berbeda dari mama. Kulitku yang berwarna gelap sangat kontras dengan mama yang berkulit putih. Kabar mama papa pernah ke klinik bersalin tuk mengadopsi anak ?perempuan yang ditelantarkan orangtuanya, kenyataan mereka pernah mengadopsi anak perempuan tante asih. Hingga kerabat jauh yang menanyakan "inikah anak yang diambil dari klinik itu". Bak suara petir yang memekakkan telingaku.?

Bermacam rasa berkecamuk didadaku. Benarkah? Apakah aku hanya seorang anak pungut? Aku harus mendapatkan kebenaran itu. Siapa kedua orangtuaku yang sesungguhnya? Tak kuasa lagi ku membendung airmataku. Rasa marah, dihianati dan dibohongi membuatku tak mau mendengarkan penjelasan apapun lagi.

Aku bongkar isi lemari-lemari dan laci meja kerja papa. Tak ku temukan dokumen yang aku cari. Hanya dokumen anak perempuan yang seharusnya menjadi kakakku. ?ebingungan semakin membuatku marah. Ku terus bertanya mengapa mereka menyembunyi asal usul ku. Mama mencoba meyakinkanku, apa yang aku dengar itu hanyalah kesalahpahaman.

Aku tak dapat mencerna semuanya dengan baik, aku panik dan pingsan setelah diam-diam meminum bermacam-macam obat-obat yang tak ku hitung jumlahnya. Seluruh keluarga bersumpah semua hanya salah paham.?

Dan waktu berlalu, aku telah dewasa dan mandiri. Tuk alasan kepentingan pekerjaan aku melakukan tes golongan darah di sebuah puskesmas tempat tinggalku. Betapa terkejutnya aku menerima kertas hasil tes itu. O dengan huruf besar. Aku berdarah O. Ada apalagi ini, kenapa aku berdarah O.

Ketidakpercayaan pada hasil tes itu membawaku melakukan tes ulang. Kali ini aku meminta tes di laboratoriun lain. Waktu satu jam menunggu terasa sangat lambat. Jarum jam ditanganku seolah terhenti. Berkali-kali aku meliriknya.

Hasil tes tertulis golongan darah O. Tanganku gemetar tak terasa airmataku tumpah bersama kegalauan hatiku.

?

?

?

?

?

?

  • view 286