Buaya

H. Farida Th.
Karya H. Farida Th. Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Maret 2016
Buaya

Sejak kecil aku kenal akrab dengan binatang besar dan yang katanya ganas ini. Kerap liat berita di tv atau baca di koran tentang keganasannya. Di beberapa daerah buaya memangsa manusia. Entah karena naluri binatangnya, ia merasa terancam oleh manusia, kekurangan makanan atau kah kemarahan akibat habitatnya yang sudah dirusak manusia.

Binatang yang satu ini sangat setia terhadap pasangannya namun dalam kehidupan sehari-hari ia dilambangkan sebagai ketidaksetiaan. Sebutan lelaki buaya untuk lelaki yang suka berganti-ganti pasangan atau airmata buaya untuk menyatakan tangisan pura-pura hanya untuk meraih simpatik.

Di desa, terutama keluarga pihak Bapak mempercayai "persahabatan" dengan buaya. Setiap ada perhelatan pernikahan, tujuh bulanan kehamilan, melahirkan dan upacara tahunan tidak terlepas dari upacara memberi makan buaya. Kakek adalah tetua adat di desa. Beliau lah yang melaksanakan upacara pemberian makan buaya dan pengambilan air yang disebut banyu baya atau banyu ulak.

Aku senang sekali tiap ada perhelatan karena kakek selalu mengajak aku ke tepi sungai untuk memberi makan buaya-buaya itu. Setiap selesai memberi makan buaya-buaya tersebut kakek akan memberiku telur rebus dan pisang mas. Pada saat itu, aku benar-benar tidak mengerti apa upacara pemberian makanan itu. Aku hanya diminta kakek duduk disampingnya menyaksikan kakek menenggelamkan telur-telur dan pisang itu. Buaya itu datang mendekati kakek kemudian pergi begitu saja. Setelah itu kakek mengangkat kembali telur dan pisang itu.

Dan momen yang slalu aku tunggu kakek memberikan telur-telur dan pisang padaku. Itulah kesenanganku karena pada masa itu telur dan pisang mas bukan makanan biasa bagi kami. Telur ayam kampung dan pisang mas makanan yang istimewa, yang diberikan di saat tertentu saja. Sungguh aku gagal paham apa yang terjadi.?

Bertahun-tahun aku mengikuti kakek seperti itu, hingga kakek meninggal dunia. Kini aku masih bertanya-tanya mengapa kakek slalu mengajakku bukan cucu-cucunya yang lain.?

?

?

?

?

  • view 98