Sampah

H. Farida Th.
Karya H. Farida Th. Kategori Lainnya
dipublikasikan 06 Maret 2016
Sampah

Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Coba perhatikan lingkungan di sekitar kita, ada bekas bungkus permen, botol plastik bekas minuman, tissue bekas, dll. Padahal sampah itu menjadi sarang penyakit. Kesadaran akan kebersihan lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri walaupun harus dimulai dari diri sendiri. Membingungkan ya?

Maksudnya, percuma kita mengajak orang lain kalau tidak dimulai dengan diri sendiri sebagai contoh di lingkungan. Namun keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih bebas sampah kalau hanya dilakukan sendiri juga tidak berhasil. Seperti yang saya alami sendiri. Saya tidak membuang sampah ke jalan atau ke sekitar rumah, sampah saya pisahkan yang basah, kering dan plastik. Sampah yg rumah tangga yang bisa dimanfaatkan tidak buang. Namun tetap saja halaman sekitar rumah saya tidak bebas dari sampah. Koq bisa? Ya bisa. Tetangga di sekitar saya masih suka sembarangan membuang sampah yang kadang terbawa angin atau air hujan sampai ke tempat saya, bahkan ada yang sengaja membuangnya ke tempat saya.

Di jalan raya kita juga sering menjumpai bekas bungkus makanan walaupun sudah disapu oleh pasukan kuning. Apakah mereka lalai dalam menjalankan tugasnya? Tentunya tidak. Saya sering menjumpai tangan-tangan tak bertanggungjawab melemparkan bekas bungkus makanan melalui jendela mobilnya yang mulus tanpa rasa bersalah. Mungkin dipikirannya jalanan adalah bak sampah besar yang disediakan.

Masyarakat yang tinggal dekat sungai menjadikan sungai sebagai bak sampah besar dengan alasan nanti juga hanyut terbawa arus. Sungai menjadi penuh sampah dan terjadilah pendangkalan akibat endapan sampah-sampah yang tersangkut di bibir sungai. Lama-lama sungai menjadi dangkal dan berubah menjadi daratan.

Tempat-tempat fasilitas umum menjadi kurang sedap dipandang akibat ulah pengunjung yang membuang bekas makanan dan minuman sembarangan, lalu menyalahkan pengelolaannya. Tempat sampah yang disediakan teronggok seolah hanya aksesoris pelengkap. Dan membuat sungguh miris, sampah-sampah itu berserakan disekitar bak sampah.

Sudah tidak ada yang pedulikah dengan kebersihan atau kah ajaran kebersihan itu sebagian daripada iman hanya sebuah jargon? Apa sih susahnya membawa dan membuang bungkus bekas makanan atau minuman ke tempatnya yang hanya beberapa meter. Menyediakan tempat sampah kecil di dalam mobil supaya sampahnya tidak dibuang dijalanan.?

Malu lah membuang sampah tidak pada tempatnya.