TOA

H. Farida Th.
Karya H. Farida Th. Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 September 2016
TOA

Pro kontra larangan penggunaan  pengeras suara di mesjid / mushalla (tempat ibadah) ini bukan isu baru, mungkin sebagian orang malah sudah lupa tentang hal ini. Tapi bagi diriku pribadi sebetulnya setuju dengan larangan tersebut...eits jangan marah dulu ya karna aku juga sebetulnya tidak setuju...haha bingung kan?  Aku sangat tidak setuju larangan penggunaan pengeras suara di Mesjid karena adzan merupakan panggilan bahwa waktunya sholat sudah tiba, hal ini sangat membantu apalagi adzan subuh. seringkali waktu subuh itu kita lagi nyenyak banget tidurnya hingga tidak sadar waktu sholat subuh telah tiba. begitu juga dengan waktu sholat lainnya, kadang kita sedang asyik dengan pekerjaan atau asyik nongkrong di cafe hingga lupa jika waktu sholat sudah tiba.  Ketika berada di tempat umum yang tidak terdengar adzan sedangkan waktu sholat sudah tiba, terasa ada yang kurang apalagi jika dalam waktu yang lama maka akan sangat terasa kerinduan akan suara adzan. jadi kesimpulannya adzan tetap menggunakan pengeras suara tapi tidak harus volumenya pol - polan alias kenceng abiss.

nah... Aku juga setuju larangan penggunaan pengeras suara di Mesjid. Bukan plin plan ya,  Setuju di larang jika pengeras suara  digunakan selain adzan dan sholat.  Ada baca sholawat dan  Entah  Bacaan apalagi dengan pengeras sangat kencang bahkan menggunakan alat rebana, hingga larut malam.  Hal ini sangat mengganggu kita yang sudah capek seharian dan ingin istirahat, apalagi kalau punya bayi.