Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 25 Maret 2016   19:00 WIB
Liburan

Libur semesteran yang ku tunggu sudah di depan mata. Keriduan pada kampung, rumah, keluarga dan teman-teman membuatku tidak sabar menunggu pagi. Tak banyak yang akan aku bawa. Hanya beberapa lembar pakaian.

Kapal sudah menunggu di dermaga untuk ku naiki.sembari menunggu penumpang lainnya, ku nikmati segelas besar es kelapa tape yang dijajakan oleh emak-emak bersampan. Segar menyentuh tenggorokanku yang terasa kering. Perutku sudah mulai menagih untuk diisi tapi aku hanya punya uang buat ongkos kapal.

Penumpangpun telah berdatangan dan juru mudi bersiap bertolak meninggalkan dermaga. Gemuruh kegembiraan memenuhi ruang hatiku beradu dengan riuhnya bunyi mesin kapal. Dua jam lagi aku bertemu semuanya. Ku pandangi ombak yang dipecahkan oleh lambung kapal, betapa suka cita ini membuatku beesemangat. Tak ku hiraukan penumpang yang terlelap oleh belaian angin yang bertiup cukup kencang.

Muara sungai sudah terlihat. Ah betapa menyenangkan kembali berada disini, tempat aku menghabiskan hari-hari bersama keluargaku. Tak terasa kapalpun merapat di titian depan rumahku. Akupun segera melompat di titian terdekat tak lupa ku ucapkan terima kasih pada juru mudi kapal itu.

Sepi...ku panggil mama, abah tapi tak ada sahutan dan pintu rumahpun terkunci rapat, mungkin mereka sedang di sawah. Biar lah aku di teras saja menunggu mereka kembali. Iseng-iseng menengok ke samping rumah. Mangga sedang berbuah. Kulit mangga sudah mengeluarkan warna kekuningan menandakan sudah siap dipetik. Tak terlalu tinggi pohonnya pikirku. Aku pun dengan cepat menaiki pohon mangga sambil membawa sebilah bambu panjang cukup untuk ku gunakan menjangkau mangga yang sudah matang. Beberapa semut kerangga nakal mengigiti kakiku.

Pertama aku petik mangga yang terdekat denganku. Lalu aku lihat ada mangga yang begitu menggoda untuk ku petik. Mangganya besar,kuning sempurna tapi agak jauh dari tempatku bertengger. Ku gunakan bilah bambu tuk menjangkaunya. Itulah awal petaka, ternyata dibelakang buah mangga itu ada sarang tawon yang cukup besar. Tawon-tawon itu gusar karena gangguan bilahku. Mereka langsung menyerangku. Aku bergegas meluncur turun dari pohon dan terus berlari menjauhi segerombolan tawon. Tawon-tawon itu terus mengejarku.....tak ada cara lain yang dapat aku lakukan kecuali menceburkan diri ke sungai. Ternyata itu cara yang tepat, tawon-tawon itu akhir menyerah dan neninggalkanku.

Aku sudah selamat dari serangan tawon-tawon itu walaupun sebelumnya beberapa tawon sempat menusukan sengatnya di beberapa bagian wajah dan tubuhku. Demam menyergap tubuhku yang bengkak. Selama seminggu aku terbaring sakit dan gagal lah rencana liburan yang indahku.

?

Karya : H. Farida Th.