Putih , Hitam, Abu-Abu

Hamzah M. Ismael
Karya Hamzah M. Ismael Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Januari 2016
Putih , Hitam, Abu-Abu

"Salah dan Benar itu jelas, tapi yang paling ditakuti adalah suatu hal yang ada diantara keduanaya..."
?"Mun dek Bageur, nya Bageur sakalian, mun dek Baong, nya Baong sakalian..."

?


Berbicara soal kepekaan individu, pastinya tiada akhir, ga ada yang bisa menebak, ga ada yang atu mana yang benar atau dianggap benar, sampai mana yang salah dan yang disebut salah, antara salah dan benar pasti jelas berbeda, tapi antara anggapan benar dan anggapan salah, itu yang sulit dibedakan. anggapan itu muncul dari kultur yang lahir di masyarakat sekitar. tak tau lah soal bahasan itu....

?


warna dasar dan warna campuran, yang memiliki arti berbeda satu sama lain. Putih, Hitam, dan Abu-abu inilah yang sering dijadikan warna kategori sifat masyarakat. Putih identik dengan arti bersih,suci,tanpa noda, warna ini bila di integrasikan pada sifat manusia akan tergambar dalam mindset? pribadi sesosok orang suci, tanpa cela, dan lain sebagainya. HItam, warna gelap, legam, tapi jelas dalam pengintegrasian ke sifat manusiawi, sosok ini yang selalu ditakuti setiap nalar dan fitrah dalam diri manusia. identik dengan keburukan, ketercelaan, dan nilai-nilai negatif lainnya.

?


Abu - abu, warna yang tenang, tidak contrast , warna ini memang tidak mencolok, tapi dalam sifat manusia warna ini yang sering muncul dimasyarakat kita, baik disadari atau tidak banyak dari masyarakat menggunakan warna ini sebagai gambaran hidupnya,

?


Dikutip dari buku "Dunia Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan" (A.malik Fadjar,Muhadjir Effendy) Universitas Muhammadiyah Malang, ada salah satu kategori sifat yang disebut Mahasiswa Utun? yang tekun belajar. kategori itu dimasukkan kedalam warna putih, karrena dia cenderung sering berdiskusi dengan buku, bangku, dan tabung-tabung yang ada di laboratorium, atau bahkan ia lebih condong kepada sifat agamis yang fanatis. karena hanya menerima teori-teori yang ia baca atau yang ia dapatkan dari apa yang dipelajarinya hanya mencakup "hitam" dan "putih" saja, kesimpulan yang ditarik dari berbagai hal yang didapat cenderung kontras bahkan tidak memberi peluang adanya nuansa pendapat atau pemahaman yang lain,lebih parahnya ketika berbicara tentang islam yang Kaaffah? maka ia merasa sudah kaaffah dan bisajadi menganggap orang lain setengah Kaaffah.? itulah warna PUTIH.

?


kegelapan mulai menghampiri, dunia ini semakin pekat dengan berbagai sifat dan sikap yang mulai penuh dengan unsur-unsur negatif. warna hitam ini sudah jelas sekali adanya, baik hukum masyarakaa, publik sampai agam pun jelas menerangkan tentang sifat dalam warna HITAM ini.

?


warna tidak contrsat? ini sering menjadi prinsip hidup yang dipilih, dan dirasa punya posisi aman. tidak salah dan tidak benar, tapi dianggap benar dan dianggap salah, hanya anggapan yang bisa menggugat sifat ini. tak ada beban, tak ada yang menyalahkan, dan tak disebut orang benar, biasa sajalah...... itu yang sering dibahasakan sifat abu-abu.

?tinggal pilih warna apa yang akan diambil, idealnya pemikiran yang akan mampu memilih, tapi terkadang realita yang menjadi penentu arah, abu-abu warna yang tanggung dan mudah diposisikan,

?ikat makna dengan fikiran jernih. . . .
jangan merasa nyaman pada satu posisi. . .
?teruslah menjadi orang asing. . . .
?kembangkan diri dalam ke asingan. . .
?idealis pada prinsip dan tanggap pada realita. . .

?

Tulisan ini pernah diterbitkan di blog pribadi 2012 silam, saya menulis dalam keadaan galau saat menjelang kelulusan dari Darul Arqam Garut, disaat yg lain sibuk daftar kuliah, saya masih galau menentukan kuliah dimana.

  • view 828