RINDU MENGEMBANG

Ilham Wahyudi :D
Karya Ilham Wahyudi :D Kategori Puisi
dipublikasikan 11 Oktober 2016
RINDU MENGEMBANG

RINDU MENGEMBANG

 

Barangkali rindu selalu di kisahkan dengan warna kelabu, seperti embun pagi hinggap di gabah padi

Berlalu, dan pergi

Terkadang kamu merasa hidup di dalam gambar kawan,

Bersembunyi dan merasa nyaman, tentang semua yang mereka rasakan

Ingin rasa menetap disana, namun itu hanyalah gambar khayalan yang senantiasa membuat lupa

 

Barangkali tujuanmu adalah tempat sesungguhnya berada, namun perjalanan tak semudah kita kira

Barangkali mereka hidup nyaman di dalam gambar, namun nyatanya terlalaikan

Bukan maksud hati merasa tahu yang terjadi, karena akal ini tahu yang menjadi prioritas ialah abadi

Hati selalu meminta pemenuhan pada sesuatu yang menyenangkan, itulah sebuah fitrah pada manusia yang bernama naluri

Namun, bukankah hati berada di zona kelabu yang senantiasa rindu?

Yang artinya selalu butuh pada titik putih, hingga fitrah terpenuhi

Kita selalu meminta sebuah kesenangan, lupa akan nikmat samudera di depan mata

Teringat sebuah kata dari manusia tak berdosa, paling mulia dalam sejarah pencipta yaitu Rasulullah: “Dunia ini dibanding akhirat, ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai (kenikmatan) dunia” 

Biarlah sebuah rindu mengembang bersama tiupan angin yang mengajak dedaunan melayang, karena dia pasti akan bersarang di tempat yang ditakdirkan.

Malang, 10/11/2016

@HAMWAHYUDI | Picture

  • view 224