Hijau dan Kuning? Bukan, itu Hitam

Ilham Wahyudi :D
Karya Ilham Wahyudi :D Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 08 Mei 2016
Hijau dan Kuning? Bukan, itu Hitam

Ada satu yang aku tak bisa lakukan. Tak bisa berbohong bahwa apa yang dikatakan Tere Liye itu benar adanya "...Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya mengharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi..." dalam bukunya yang berjudul Daun yang Jatuh Takpernah Membenci Angin

Kau tak akan pernah bisa membohongi keberadaanmu pada seorang yang sering menghubungkan banyak hal disekitar. 

Disaat ku semangat menimba ilmu menuju ruang kelas yang tempatnya melewati parkiran,

Kuliah telah usai dan pulang menuju kosan,

Kau takkan pernah berbohong.

Kamu adalah pemilik helm berwarna kuning yang dengannya sekarang ku tahu kau berada didekatku.

Disaat ku berada di belakangmu,

Disaat temanmu berkumpul mengerjakan tugas,

Disaat ramainya mahasiswa,

Disaat dinding menghalangi pandangan ku padamu yang sedang meng upgrade diri dalam ruangan kelas yang lesehan *kok kayak warung

Kau takkan pernah berbohong.

Kamu adalah pemilik sepatu hijau yang tak pernah membohongi ku dimana keberadaanmu.

.

Dalam lanjutan kutipan milik salah satu penulis berbakat tanah air yang memiliki nama pena dan dikenal oleh orang yang gemar membaca serta menulia, Tere Liye "...Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta." dalam karyanya Daun yang Jatuh Takpernah Membenci Angin

Dari potongan syair yang telah terpampang di atas merupakan satu kesatuan yang benar keadaannya.

Disaat ku berada di rumah seorang teman, ku masih mengaitkan kejadian di sekitar.

Disaat malam itu, tak tahu aku mau apa.

Kudapati pemilik sepatu hijau, helm kuning, dan senyum lebarnya menjadi buram.

Disaat ku melihat kau tak menggunakan sepatu hijau,

Disaat ku melihat kau tak berhelm kuning,

Disaat ku melihat kau tak tersenyum lebar,

Disaat ku melihat rambut gondrong terurai, berada di dekatmu,

Semua kejadian yang menghubungkan tentang sepatu hijau dan helm kuning sekarang bagai tak memiliki warnanya lagi. Entah kemana semua warna itu. Hitam pekat.

Dalam malam itu, temanku hanya berkata "jangan berperasangka buruk, tak baik untuk kesahatanmu *apa kaitannya? -_-"

.

Tak bisa ku mengertikan kata di wallmu, kemungkinan dalam kemungkinan:

"Mencintaimu adalah bahagia dan sedih. Bahagia karena memilikimu dalam qalbu; Sedih karena kita sering berpisah." -W. S. Rendra