Untukmu, Sebatang Bunga Berdaun Merah

Ilham Wahyudi :D
Karya Ilham Wahyudi :D Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 08 April 2016
Untukmu, Sebatang Bunga Berdaun Merah

      “Pasang pasak sebelah sana!” Suruh adit padaku
      “oyi sam” jawabku


      Mentari yang menyinari siang itu, mengobarkan api semangat yang dimiliki saat sedang membangun tenda dengan alat dan bahan yang telah disediakan. Sesaat kemudian, terbangun tenda-tenda, ada yang tegak dan ada reyot bagian atas, tengah, maupun bagian samping.
.


     ‘Allaahu Akbar Allaahu Akbar 2x’ adzan berkumandang di seantero langit gelap yang bertabur cahaya bintang akibat dari pantulan cahaya matahari yang menyinari bumi bagian lain. Setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah di aula kampus 2 UM (Universitas Negeri Malang), saat menuju kemah dan diperjalanan, pertama kalinya aku memandang dua buah cahaya lain yang bersinar di mata seseorang disana yang memantulkan cahaya dari dalam diri ini.


      Saat gelapnya langit yang mulai menjadi kemerahan, disaat itulah langit menampakkan keelokan dirinya pada para pendambanya. Semua orang yang mengikuti SAMBA (Sambut Mahasiswa) mulai berkumpul untuk melakukan senam dan diakhiri dengan sarapan pagi bersama. Kegiatan yang terlaksana pada tanggal 11-13 September 2015.
.


      Beberapa bulan setelah semester dua terlaksana dan bertepatan hari Rabu, saat di kampus, selesai mata kuliah Pengembangan Kurikulum yang bukan karena dosennya yang baik hati, mata kuliah yang gampang yang membuat mata kuliah itu membuat kita bahagia, melainkan tak adanya dosen yang membimbing.

      “bim, kamu tau tempatnya pohon asem?” tanyaku
      “ya tak browsing sek ham, aku tahu ham." setelah mencari, "Di deketnya museum peninggalan raja, di infomasi yang disampaikan, ada banyak pohon asem disana.” Jawabnya
      “asik, dimana tempatnya bim?”
      “hehehe,”
      “malah ketawa ketiwi seperti kunti, apa yang lucu!?”
      “ternyata tempanya di sumenep ham.”


      Di hari yang cerah, matahari tak henti-hentinya menerangi bumi ini. Dalam perjalanan menuju tempat parkir, dan itu terjadi lagi! Ku memandang dua cahaya yang lama tak terlihat, cahaya itu bersinar semakin terang, benar kata sang maestro 'apa yang lebih menggetarkan hati dan membisukan kata dari pertemuan yang tak terduga,' namun sekarang ada yang berbeda! Ada cahaya lain berada di sampingnya memiliki badan yang tingginya sama, berambut panjang dan membawa bunga yang batang dan daunnya berwarna merah yang menawan siapa saja yang melihatnya. Semakin penasaran, semakin ku mendekatinya.


      Saat mulai mendekatinya, terjadi guncangan, guncangan yang tak tahu darimana berasal. Semakin mendekatinya dan guncangan itu semakin besar dirasakan lalu kumulai merasa ada bisikan yang terdengar...


      “yu bangun, Sudah adzan. Katanya disuruh       bangunin kalau adzan” kata mas lutfian
      “ooh? Iya iya mas, terimakasih loh udah dibangunin.”
.


      Tak ada mimpi lagi, yang ada hanya sebuah kenyataan.

      Percayalah, rencana-Nya adalah rencana yang disetiap detik yang terjadi pasti terdapat banyak pelajaran yang dapat diambil.
.
.
.
Taken on ig @12idi by mas ian
#tetapistiqomah #tertawalebar #keepkhunuudzon :D

  • view 146