Yang Istimewa dan Yang Selalu ada

Hammad abdrchmn
Karya Hammad abdrchmn Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 31 Mei 2016
Yang Istimewa dan Yang Selalu ada

  Tersebutlah di suatu desa nun jauh di sana seorang gadis remaja, Bunga namanya, tak perlu kau tanya seperti apa parasnya, bayangkan saja sesuai namanya, bunga, indah menawan, harum menggoda. Begitupun kedudukanya di desa, sesuai namanya Bunga, ia menjadi bunga desa di desanya. Putri dari salah satu tokoh terpandang di desa, semua orang segan dengan keluarganya. Kiranya tak perlu memperpanjang deskripsi tentang Bunga. Kisah itu bermula ketika di dilamar oleh 2 pemuda sekaligus, Umar dan Zaid (keduanya nama samaran), Bunga harus memilih satu diantara mereka berdua, antara Umar dan Zaid.

         Umar pemuda terhormat dari keluarga terhormat, gagah dan rupawan, pandai merayu dan menjinakan, tak jarang Bunga terpukau karena segala daya tarik yang dimiliki oleh Umar, tak jarang pula Bunga menjadi jinak karena tutur halus dan rayuanya.

Kalau si Zaid, ia adalah pemuda kalem yang tak kaya, berwajah bersih, bermata teduh, bersenyum sejuk. Meskipun tak se gagah dan seterhormat Umar, ia tetap menawan bagi Bunga. Karena ia selalu ada untuk Bunga, seolah ia menjadi pelindung dan pelayan bagi Bunga. Tak pernah satu hari ia lewati tampa bertemu Bunga, walau hanya sekedar bertatap muka, tersenyum dan menyapa.

        Bak Si Malakama antara ayah dan ibu, Bunga dirundung bingung dan pilu. Ia harus memilih salah satu di antara Umar dan Zaid. Jika ia memilih Umar ia akan bahagia sepanjang hidupnya. Memiliki suami seperti Umar dengan segala daya tarik dan kecukupan hartanya. Tapi itu sama saja ia harus menikam hati dan perasaanya, meninggalkan Zaid, pemuda yang tak pernah sehari pun absen di hari-hari yang dilaluinya.

      Hari keputusan sudah sedekat anak panah dan busurnya. Bunga memutuskan menyerahkan masalah ini kepada Sang Pemeberi masalah Yang Maha Kuasa. Mencoba mencari lentera dalam Sholat Istikhara, . Malam pekat pukul 03:00 dini hari, Bunga terbangun dari tudurnya, mengambil wudhu,larut dalam sholat Istikhara, memohon pilihan yang tepat dan terbaik untuknya. Allah Sang Pencipta lebih tau segala yang terbaik untuk makhluk-Nya. Sehebat dan sepintar apapun manusia, ia tidak akan bisa menolak dan mengingkari sunnah-Nya, segala sesuatu yang terbaik untuk makhluk-Nya. Tak terkecuali dengan  Si malakama asmara Bunga, Allah telah menunjukan apa yang terbaik untuknya. Bunga pun sangat yakin dengan hasil istikharanya. Ya, benar, pemuda beruntung itu adalah Zaid yang selalu ada.

 

           Ini hanyalah contoh dan fiktif belaka. Dan kasus yang nyata adalah hubungan kita dengan Sang Pencipta. Ada 2 cara agar manjadi hamba plihan yang akan dicintai-Nya.

        Yang pertama yaitu menjadi hamba yang istimewa di hadapan-Nya, seperti Umar di hadapan Bunga, dengan cara memperbanyak ibadah, sholat fardhu selalu jamaah, istiqomah sholat malam dan dhuha, rutin puasa senin kamis dan puasa-puasa sunah lainya, membasahi mulut dengan selalu dzikir kepada-Nya. Maka ketika itulah kita menjadi hamba yang istimewa dihadapa-Nya.

        Atau menjadi hamba Yang kedua. Menjadi hamba yang selalu mengabdi kepada-Nya. Melayani ummat dan tetangga, menyebarkan ilmu dan agama, megajar anak-anak membaca Al-Qur’an dan Sunnah, mebersihkan masjid-masjid dan mushollah, melanggengkan sunah-sunah rasul-Nya yang hampir punah, dan segala amalan-amalan kecil yang bersifat mengabdi untuk ummat dan agama-Nya, bagi Rasul dan para penerusnya. Dengan catatan tidak meninggalkan kewajiban dan senantiasa menjauhi larangan-Nya. Maka dihadapan Allah, kita akan menjadi seperti zaid di hadapan Bunga, menjadi hamba pilihan yang akan selalu dalam bimbingan-Nya .

    Silahkan memilih. Dihadapan Allah, kalian ingin menjadi seperti Umar yang istimewa di hadapan Bunga atau seperti Ziad yang akhirnya dipilihnya menjadi imam untuknya.

Walillah matsaul a'la

Semoga berguna.

  • view 133